Lestarikan Budaya, Nurhadi Dorong Pendidikan Batik Lokal Masuk Kurikulum

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Nov 2024 13:36 0 129 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra. (Rad)

Noisenews.co, Samarinda – Nurhadi Saputra, selaku anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengusulkan agar pendidikan batik lokal, khususnya batik khas Kalimantan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

Nurhadi berpendapat hal ini tepat untuk melestarikan warisan budaya Nusantara dan memperkuat identitas daerah.

“Selama ini, batik seringkali diidentikkan dengan Jawa. Padahal, Kalimantan juga memiliki kekayaan motif batik yang sangat beragam dan unik,” ujar Nurhadi.

Nurhadi menyayangkan anggapan tersebut dan berharap pendidikan batik lokal dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saya berharap dengan adanya pendidikan batik lokal, masyarakat, terutama generasi muda, dapat lebih menghargai dan mencintai batik khas daerahnya. Ini akan memperkaya khazanah budaya bangsa kita,” tambahnya.

Politisi tersebut menyarankan agar pendidikan batik tidak hanya dimulai di tingkat SMA, tetapi juga dapat diterapkan sejak SMP.

“Misalnya, di tingkat SMP, siswa dapat belajar menggambar atau melukis motif batik di atas kertas. Sedangkan di tingkat SMA, mereka dapat mempraktikkan langsung dengan membatik di atas kain,” jelasnya.

Nurhadi meyakini bahwa pendidikan kebudayaan, termasuk di dalamnya pendidikan batik, sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda.

“Melalui pembelajaran tentang batik, siswa tidak hanya akan mengenal keindahan motif dan teknik pembuatannya, tetapi juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Ini akan meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air,” tegasnya.

Nurhadi berharap usulannya ini dapat segera direalisasikan. Ia yakin bahwa dengan adanya pendidikan batik lokal, generasi muda akan lebih peduli terhadap pelestarian budaya bangsa.

“Saya berharap ke depannya, marwah batik Jawa dapat sedikit berkurang dan digantikan dengan apresiasi yang lebih besar terhadap batik Kalimantan. Ini akan menjadi bentuk penghargaan kita terhadap kekayaan budaya Nusantara,” pungkasnya. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA