Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Rad/Noisenews.co)
Noisenews.co, Samarinda – Permasalahan pelayanan kesehatan masih menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga saat kegiatan reses oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, di Kelurahan Jawa dan Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu. Selain persoalan BPJS Kesehatan, masyarakat juga menyoroti program beasiswa serta kesejahteraan para ketua RT.
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat yang dinilai masih memerlukan perhatian lebih. Keluhan terbanyak berkaitan dengan layanan BPJS Kesehatan, khususnya lamanya waktu antrean pengambilan obat setelah pemeriksaan serta sejumlah kendala administrasi kepesertaan.
Sri Puji Astuti menyampaikan bahwa berbagai masukan dari masyarakat tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan dibawa dalam pembahasan bersama organisasi perangkat daerah yang berwenang.
“Keluhan yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan antrean obat yang cukup lama setelah pemeriksaan dokter. Selain itu, masih ada persoalan administrasi kepesertaan BPJS yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya, pada Jumat (29/5/2026).
Politisi Partai Demokrat tersebut menilai peningkatan sarana dan fasilitas kesehatan yang telah dilakukan pemerintah perlu disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas yang memadai, tetapi juga pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman diakses.
Selain bidang kesehatan, isu pendidikan juga menjadi perhatian dalam dialog bersama warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan keberlanjutan program beasiswa bagi siswa berprestasi maupun keluarga kurang mampu yang sebelumnya pernah dijalankan oleh Pemerintah Kota Samarinda.
Masyarakat berharap program tersebut dapat kembali diperjelas agar mampu membantu pelajar, khususnya pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, dalam memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
“Banyak warga yang menanyakan bagaimana kelanjutan program beasiswa bagi siswa berprestasi maupun kurang mampu. Mereka berharap ada kejelasan terkait program tersebut,” katanya.
Aspirasi lain yang turut mengemuka dalam reses tersebut adalah terkait kesejahteraan ketua RT. Warga menilai para ketua RT memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di lingkungan sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan yang memadai dari pemerintah.
Di samping itu, usulan pembangunan dan perbaikan infrastruktur lingkungan juga masih mendominasi berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Beragam kebutuhan pembangunan skala lingkungan diusulkan guna meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup warga.
Sri Puji menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan juga harus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar