Samri Minta Warga Samarinda Bijak Gunakan Media Sosial

waktu baca 3 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 05:14 0 6 Redaksi

Anggota DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan literasi digital guna menghadapi derasnya arus informasi di media sosial. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat lebih cermat dan kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang sedang viral tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Menurutnya, setiap informasi yang diterima perlu diverifikasi melalui proses check and re-check agar terhindar dari informasi yang menyesatkan.

Samri menilai perkembangan media sosial yang sangat pesat telah menjadikan platform digital sebagai ruang pertarungan berbagai narasi dan opini yang berkembang secara dinamis di tengah masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini, lanjutnya, adalah semakin maraknya akun-akun buzzer yang berupaya memengaruhi opini publik melalui berbagai konten yang disebarkan secara masif di media sosial.

“Keberadaan buzzer saat ini semakin sulit dipisahkan dari aktivitas media sosial. Banyak pihak memanfaatkan platform digital ini, baik untuk membangun citra positif maupun menyerang pihak tertentu,” ujar Samri.

Ia menilai pola penyebaran informasi yang dilakukan akun-akun tersebut berpotensi menimbulkan distorsi di ruang publik karena sering kali lebih menonjolkan opini subjektif dibandingkan fakta yang objektif. Akibatnya, masyarakat berisiko menerima informasi yang tidak utuh sehingga sulit membedakan antara fakta dan opini yang sengaja dibentuk untuk kepentingan tertentu.

“Kita lihat belakangan ini yang disampaikan bukan lagi soal benar atau salah, tetapi bagaimana menggiring opini untuk kepentingan pihak tertentu,” lanjutnya.

Selain faktor eksternal, Samri juga menyoroti faktor internal pengguna media sosial, yakni keterikatan emosional yang sering memengaruhi cara seseorang merespons sebuah informasi. Menurutnya, banyak pengguna media sosial yang langsung membagikan konten karena terpengaruh rasa marah, simpati, atau emosi lainnya tanpa terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi tersebut. Kondisi ini turut mempercepat penyebaran hoaks dan disinformasi yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Komisi I DPRD Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya ruang digital yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab. Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga kualitas diskusi publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dalam upaya meningkatkan literasi digital, masyarakat diimbau menerapkan prinsip saring sebelum sharing, yaitu tidak langsung menyebarkan informasi yang baru diterima tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memeriksa sumber informasi dengan memastikan berita berasal dari media resmi atau akun yang memiliki kredibilitas. Warga juga perlu mewaspadai judul-judul provokatif yang sering digunakan dalam penyebaran hoaks untuk memancing emosi pembaca.

Pemanfaatan berbagai platform cek fakta juga dinilai penting untuk membantu masyarakat memverifikasi informasi yang sedang viral sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

“Gunakan media sosial dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai jempol kita justru menjadi sumber konflik dan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” kunci Samri. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA