Tiga Desa di Kutim Diverifikasi Jadi Calon Desa Budaya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 03:37 0 43 Redaksi

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) saat ini tengah melakukan proses verifikasi terhadap sejumlah desa yang dinilai memiliki kekuatan budaya lokal. Program ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi, adat istiadat, dan kesenian di tingkat desa.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menyampaikan bahwa hingga saat ini baru tiga desa yang masuk dalam tahap verifikasi awal, sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Target awal memang tiga desa dulu. Dan sampai sekarang yang baru kami verifikasi ya tiga itu,” ungkapnya.

Ketiga desa tersebut, kata Padliansyah, berada di dua kecamatan berbeda. Satu berada di Desa Rindang Benua, sementara dua lainnya berada di wilayah Kecamatan Kongbeng, yakni Desa Miau Baru dan Desa Kongbeng Jaya.

Proses verifikasi tidak dilakukan secara sepihak. Sebaliknya, tim gabungan dari pemerintah kabupaten dan perwakilan pemerintah provinsi turut terlibat dalam penilaian langsung di lapangan.

“Timnya gabungan, dari provinsi ada perwakilan dari BPK (Badan Pelestarian Kebudayaan),” jelasnya.

Dalam penilaian tersebut, fokus utama adalah melihat sejauh mana masyarakat masih menjalankan tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Tim memastikan bahwa budaya di desa tersebut tidak hanya muncul saat perayaan atau kegiatan seremonial semata.

“Yang dinilai itu bagaimana aktivitas masyarakatnya, apakah mereka masih betul-betul mempertahankan kebudayaannya, bukan hanya saat ada event saja,” tutur Padliansyah.

Jika nantinya ditetapkan sebagai Desa Budaya, wilayah tersebut akan diarahkan menjadi destinasi wisata budaya berbasis masyarakat. Selain berfungsi sebagai pusat pelestarian tradisi, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM.

Pemerintah pusat sendiri telah mendorong daerah untuk memperkuat pembangunan di sektor kebudayaan, meskipun sifatnya lebih kepada arahan, bukan instruksi langsung.

Dengan proses verifikasi yang masih berjalan, pemerintah daerah berharap tahun depan Kutai Timur sudah memiliki Desa Budaya pertama yang dapat menjadi contoh pelestarian kearifan lokal secara berkelanjutan.

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA