Kutim Perkuat Fondasi Seniman Tradisi melalui Tiga Gelombang Sosialisasi Menuju Sertifikasi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 03:59 0 35 Redaksi

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang seni tradisional. Hingga saat ini, Disdikbud telah menyelenggarakan tiga kali kegiatan sosialisasi yang secara khusus membahas standarisasi dan sertifikasi bagi para pelaku seni.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan bahwa rangkaian sosialisasi ini merupakan tahap awal yang sangat penting sebelum pelaksanaan sertifikasi massal yang direncanakan berlangsung pada tahun depan. Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap kepada para seniman, terutama mengenai dokumen administrasi, standar kompetensi, serta mekanisme penilaian yang akan digunakan dalam proses sertifikasi.

“Ini sudah tiga kali dilaksanakan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai seluruh persyaratan akan memudahkan para seniman saat mengikuti sertifikasi resmi. Dengan demikian, peserta dapat lebih siap dan tidak mengalami kendala ketika proses penilaian berlangsung.

“Tahun depan sudah ada kegiatan sertifikasi langsung,” tambahnya.

Mulyono juga menekankan bahwa program ini terbuka bagi semua pelaku seni tanpa batasan usia, memberi ruang bagi generasi muda maupun pelaku seni senior untuk memperoleh pengakuan kompetensi.

“Tidak ada batasan umur,” jelasnya.

Sebagai bentuk pemerataan informasi, Disdikbud turut mendorong seluruh kecamatan agar aktif berkoordinasi dengan bidang kebudayaan apabila membutuhkan pendampingan tambahan. Upaya ini dilakukan agar seluruh seniman, baik dari pusat kota maupun wilayah terpencil, memiliki kesempatan yang sama dalam mempersiapkan administrasi dan memahami prosedur sertifikasi.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dewan Kesenian Kalimantan Timur yang memaparkan secara teknis standar, kriteria, serta struktur profesi seni tradisional melalui sistem sertifikasi nasional. Melalui tiga kali pelaksanaan, Mulyono menilai pemahaman dasar para peserta mulai terbentuk dan semakin mengarah pada profesionalisme.

“Segera tindak lanjuti supaya dapat penghargaan,” tutupnya.

Sertifikasi massal diharapkan menjadi momentum bagi Kutim untuk menghadirkan ekosistem seni yang lebih berkualitas dan terarah. ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA