Ketua DPRD Kaltim saat bersama Gubernur Kaltim mengunjungi ruas jalan poros di Kukar. (Ist)
Noisenews.co, Samarinda – DRPD Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) meninjau ruas jalan poros Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam tinjauan ini Ia menegaskan perannya sebagai jembatan penting antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
“Kunjungan ini merupakan bukti konkret komitmen legislatif dan eksekutif dalam merespons langsung kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Kalimantan Timur,” kata Ketua DPRD Kaltim akrab disapa Hamas di saat dihubungi di Samarinda, Sabtu (21/6/25).
Jalur ini bukan sekadar penghubung antar wilayah seperti Kukar, Kubar, hingga Mahakam Ulu (Mahulu), melainkan juga memiliki peran strategis sebagai akses alternatif menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan langsung melihat titik-titik kritis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Kehadiran dua pemimpin daerah ini di lapangan secara langsung mengirimkan pesan simbolis dan praktis, bahwa sinergi dan keseriusan pembangunan tidak hanya terjadi di ruang rapat, tetapi juga terwujud dalam aksi nyata.
Peninjauan ini menjadi langkah awal menuju perencanaan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan seluruh lapisan masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, telah menyatakan kesiapannya untuk mengawal pelaksanaan dan anggaran pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Komitmen ini muncul menyikapi dukungan anggaran luar biasa dari Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, sebesar Rp206 miliar, melalui APBD Murni Tahun Anggaran 2025. Ekti Imanuel menyoroti peningkatan anggaran yang signifikan ini.
“Sebelum kepemimpinan Pak Rudy dan Pak Seno, anggaran untuk jalan Kubar-Mahulu ini paling besar Rp25 miliar,” ujar Ekti.
Anggaran besar dari Pemprov Kaltim ini sangat krusial untuk mempercepat konektivitas antar wilayah, khususnya di Kabupaten Mahulu. Saat ini, penanganan jalan melalui APBD Kaltim, dari Tering (Kubar) sampai Simpang Long Hubung (Mahulu), masih belum optimal. Berbeda dengan ruas jalan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu dari Simpang Long Hubung ke Ujoh Bilang, yang progresnya jauh lebih cepat berkat dukungan pendanaan yang memadai. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar