Komisi III DPRD Samarinda Tekankan Keamanan Terowongan Samarinda Pasca Longsor

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Mei 2025 15:23 0 76 Redaksi

Anggota DPRD Samarinda, Deni Anwar Hakim. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda – Insiden longsor yang terjadi di inlet Terowongan (Tunnel) Samarinda kembali memantik kekhawatiran publik. Hal ini terjadi bersamaan dengan Kota Samarinda yang diguyur hujan terus menerus yang mengakibatkan banjir pada Senin (12/5/25) lalu.

DPRD Kota Samarinda pun langsung memanggil jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk dimintai penjelasan teknis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III, Kamis (15/5/25).

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menuturkan bahwa salah satu sorotan utama dalam rapat adalah kejelasan soal penyebab longsor dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak berulang. 

Ia mengaku cukup terkejut dengan kejadian tersebut, apalagi mengingat area inlet sudah sejak awal dinilai rawan oleh dewan.

“Kami memang dari awal ragu dengan kemiringan area inlet itu. Ternyata kekhawatiran kami terbukti. 
Menurut penjelasan dari pihak kontraktor dan PPK, sejak awal 2025 sudah ada deteksi potensi sliding. Prediksi awalnya longsor akan terjadi dalam empat bulan, tapi rupanya kondisi alam mempercepat proses itu,” terang Deni.

Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan konstruksi, apalagi proyek sekelas terowongan. 

“Kami minta jangan sampai kejadian ini terulang. Harus tuntas ditangani di titik ini, jangan melebar ke area lain,” tegasnya.

Deni juga menyoroti pentingnya transparansi dan akurasi data teknis. Ia menyambut baik pemaparan dari PUPR dan pihak kontraktor yang menyebut telah dilakukan empat tahap penguatan struktur di bagian dalam terowongan. 

Namun, ia meminta agar hasil penguatan itu benar-benar diuji dan memenuhi standar keamanan

“Kami belum buka terowongannya, tapi longsor sudah terjadi di luar. Ini kan jadi kekhawatiran masyarakat. Maka kami minta semua pihak memastikan bahwa struktur terowongan benar-benar aman, dan nanti saat diuji harus betul-betul lolos semua tahapan,” kuncinya Deni. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA