Sangatta – Proyek MYC di Kutai Timur dimulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 sebesar Rp 1,369 triliunan. Lalu MYC akan dilanjutkan penggunaan anggaran di tahun 2024 ini hingga APBD perubahan 2024.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur (Kutim) Hepnie Armansyah komitmen kawal Pembangunan Proyek Multi Years Contract (MYC).
“Sangatta ini masih banyak yang perlu kita benahi. keperluan jalan lingkungan saja belum semua tercover, tapi itu kan sebenarnya progresnya sudah berjalan. Kita kan harus mengakui bahwa pemerintah juga melakukan Pembangunan. Cuma yang kami lihat dan fokuskan di Multiyears ini karena kan anggaran 1,3 triliun di situ, gede sekali itu kan,” ucap Hepnie pada awak media, selasa (30/4/2024).
Diketahui bahwa Hepnie baru saja melaksanakan Reses, beberapa usulan masyarakat tetap ia perjuangkan terutama untuk Pembangunan – Pembangunan fasilitas umum.
“Usulan masyarakat yang normal dan standar, hal – hal yang spesifik tidak ada peningkatan jalan dan tempat ibadah. Reses Ada 3 tempat yaitu dii Kampung Jawa, RT 62, RT 56 di daerah Kabo Jaya,” tuturnya.
Ia mengungkapkan setelah peninjauan ke lokasi bahwa sudah terlihat progressnya. Maka dari itu ia juga berencana dengan pihak lainnya akan meninjau langsung beberapa Proyek MYC yang sedang berjalan saat ini.
“Rencana kunjungan ke lapangan, besok ke sangatta lusanya ke kecamatan, 4 lokasi. Jadi ada 6 titik yang rencana akan kami monitor,” ucap ketua Pansus LKPJ Bupati Kutim.
Ia juga berharap bahwa Proyek Multi Years Contract (MYC) ini bisa berjalan sesuai dengan target yang telah di tentukan, karna Proyek MYC ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
![]()

Tidak ada komentar