Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong regenerasi pelaku seni tradisional melalui sosialisasi standarisasi dan sertifikasi sumber daya manusia (SDM) kesenian.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim ini melibatkan pamong budaya, guru, kader kebudayaan, serta sejumlah generasi muda yang tampil dalam pembukaan acara.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menekankan pentingnya keterlibatan pelaku seni muda agar regenerasi dapat berjalan dengan baik.
“Ini lengkap ya. Dari internal dinas, pamong budaya, pelaku seni, bahkan guru juga sebagian kita libatkan,” ujar Mulyono kepada awak media.
Menurutnya, kaum muda perlu menguatkan kompetensi sejak dini karena seni tradisional tidak akan bertahan tanpa kesinambungan antar generasi.
“Pelaku-pelaku seni ini bisa mendapatkan pengakuan secara resmi berupa adanya sertifikasi,” ucap Mulyono. Ia menambahkan bahwa sertifikasi tidak hanya diperuntukkan bagi senior atau pelaku berpengalaman.
“Anak-anak muda juga boleh,” tuturnya.
Sertifikasi yang tanpa batasan usia ini menjadi ruang terbuka bagi siapa pun yang serius menekuni profesi seni. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dewan Kesenian Provinsi Kaltim, sehingga peserta mendapat penjelasan langsung tentang standar kompetensi yang berlaku secara nasional.
Mulyono berharap sosialisasi ini menjadi awal lahirnya generasi pelaku seni Kutim yang kreatif sekaligus profesional. Ia meyakini bahwa sertifikasi akan memberi dampak jangka panjang bagi keberlanjutan seni tradisional di berbagai kecamatan.
“Kami harapkan pelaku seni mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sehingga nanti bisa mendapatkan standarisasi dan sertifikasi tersebut,” tutupnya.
Regenerasi seni memang merupakan proses jangka panjang, namun lewat standardisasi dan sertifikasi, Kutim mulai membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan budaya daerah.ADV
![]()

Tidak ada komentar