DPMD Kukar Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas KPM untuk Cegah Stunting

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Nov 2023 09:44 0 573 Redaksi

DPMD Kukar bersama KPM saat melaksanakan pelatihan kapasitas. (Ist)

Noisenews.co, Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan  Manusia (KPM) Se-Kabupaten Kutai Kartanegara, di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong pekan lalu.

Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan tujuan dari pelatihan ini untuk membekali KPM berupa pengetahuan tentang penanganan stunting, sehingga diharapkan para KPM ini bisa didayagunakan untuk membantu pelaksanaan program penanganan stunting dengan berkolaborasi semua pihak yang juga punya tugas dan fungsi dalam penanganan stunting.

“Dengan semakin meningkatnya pemahaman KPM tentang stunting maka mereka semakin optimal membantu penanganan stunting di Kutai Kartanegara,” kata Arianto.

Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk mampu bersaing. Menurutnya, dengan kualitas dan kemampuan individu yang rendah akan berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing anak-anak bangsa sebagai sumber daya yang diandalkan, sehingga dapat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya.

Status gizi serta kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia yang mana status gizi dan kesehatan ibu pada masa prahamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode kritis atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

Periode ini merupakan periode yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Sehingga dampak yang ditimbulkan dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan dan pertumbuhan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh bayi. 

Sedangkan dalam jangka panjang adalah terjadinya gagal tumbuh pada bayi atau stunting, menurunnya daya berpikir kognitif, rendahnya kekebalan tubuh sehingga mudah terkena penyakit.

Arianto menegaskan pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan upaya penurunan percepatan stunting melalui penguatan kelembagaan yang ada di dalam model konvergensi.

 “Seperti diketahui bersama saat ini era kerja kolaboratif, harapannya didapatnya data stunting yang akurat dan dapat diintervensi dengan baik oleh semua pihak yang terkait,” ucap Arianto. (Rad/ADV/Diskominfo Kukar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA