Omzet Tembus 50 Juta Perminggu, Pisang Berhasil Tandingi Sawit

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 05:08 0 124 Redaksi

Kutai Timur – Komoditas pisang kembali menunjukkan tajinya sebagai sumber ekonomi baru bagi para petani di Kutai Timur.

Di tengah fluktuasi harga sawit yang kerap menekan pendapatan, pisang justru tampil sebagai komoditas yang lebih stabil dan menguntungkan, bahkan menciptakan peluang omzet puluhan juta rupiah setiap minggu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum, menyampaikan bahwa hasil kajian ekonomi menunjukkan keunggulan pisang dibandingkan perkebunan sawit.

“Dari analisis yang kami lakukan, pendapatan petani per hektare dari tanaman pisang ternyata lebih besar dibandingkan dari kelapa sawit,” ujarnya.

Keuntungan ini tak lepas dari rendahnya biaya produksi serta waktu panen yang relatif cepat.

“Pengeluarannya lebih hemat, masa produksi hanya sekitar sembilan bulan, dan permintaan pasarnya sangat terbuka,” tambah Dyah.

Ia mengatakan, salah satu contoh paling mencolok datang dari Dusun Golok, Kecamatan Kaliorang. Di wilayah tersebut, sebuah kelompok tani mampu meraup pendapatan yang mencengangkan.

“Di sana terdapat kelompok tani yang berhasil membukukan omzet sekitar Rp50 juta setiap minggu dari penjualan pisang,” ungkapnya.

Tidak hanya memenuhi pasar domestik, sebagian besar hasil panen para petani juga berhasil menembus pasar internasional.

“Sebagian produk mereka diolah menjadi keripik pisang dan dikirim ke Malaysia serta Singapura melalui koperasi setempat,” tutur Dyah.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pisang berpotensi besar menjadi komoditas strategis Kutai Timur. Dengan dukungan pengolahan, pengemasan, dan akses pasar yang lebih luas, komoditas ini diprediksi dapat menjadi “bintang baru” sektor hortikultura yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA