Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari manfaat program Gerakan Pangan Murah (GPM). Meskipun kegiatan ini pada dasarnya merupakan program distribusi pangan bersubsidi, pemerintah tetap membuka peluang agar warga yang benar-benar tidak mampu tetap memperoleh bantuan melalui mekanisme khusus yang lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menegaskan bahwa warga dengan kondisi ekonomi sangat terbatas akan dikoordinasikan langsung dengan Dinas Sosial untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara tepat.
“Jika ada warga yang benar-benar tidak mampu membeli, maka akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan melalui mekanisme berbeda agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pasar murah ini bukanlah program bantuan sosial langsung, melainkan skema pangan bersubsidi yang bertujuan menjaga kestabilan harga dan memperkuat ketahanan pangan di daerah. “Sebab kegiatan ini merupakan program distribusi pangan bersubsidi, bukan bantuan sosial langsung,” tegasnya.
Dengan sinergi lintas dinas dan kolaborasi berbagai pihak, pemerintah Kutai Timur berharap setiap program subsidi dan bantuan dapat menjangkau masyarakat sesuai dengan kebutuhan masing-masing, tanpa adanya tumpang tindih antara satu program dengan program lain. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sistem distribusi yang lebih terstruktur dan efisien.
Pemerintah daerah terus berkomitmen memastikan seluruh warga, terutama mereka yang rentan secara ekonomi, memiliki akses yang memadai terhadap pangan dengan harga terjangkau, ketersediaan pasokan yang stabil, dan dukungan yang memadai agar kebutuhan pokok sehari-hari dapat terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Kutai Timur. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar