Layanan Kesehatan Kutim Masih Diperluas, Dokter Spesialis dan Tim Keliling Diperkuat

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Sep 2026 09:38 0 14 Redaksi

Kutai Timur – Akses layanan kesehatan di wilayah terpencil Kutai Timur masih menjadi perhatian Dinas Kesehatan melalui lima program unggulan, mulai dari bantuan tenaga kesehatan, pembangunan sarana prasarana, penghentian stunting, jaminan BPJS, hingga layanan dokter keliling.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, lima program tersebut menjadi bagian dari tugas Dinkes dalam mengawal 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.

Menurutnya, penguatan tenaga kesehatan menjadi salah satu fokus, termasuk melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam penugasan khusus dokter spesialis untuk ditempatkan di rumah sakit yang berada di wilayah kecamatan.

“Di 2026 ini alhamdulillah kami sudah melakukan terobosan dengan bekerja sama dengan Kemenkes dengan adanya penugasan khusus untuk dokter spesialis,” ujar Yuwana di Kantor Dinkes Kutim, Rabu (16/9/2026).

Program tersebut memungkinkan dokter spesialis layanan dasar ditempatkan di Rumah Sakit Sangkulirang dan Rumah Sakit Muara Bengkal, sehingga masyarakat di wilayah tersebut tidak selalu harus dirujuk ke daerah lain untuk memperoleh layanan spesialis.

Sejak 1 April 2026, Rumah Sakit Muara Bengkal disebut telah dapat melayani pasien yang sebelumnya harus mendapatkan rujukan, dengan tujuh dokter spesialis tersedia dan peningkatan kunjungan pasien dibandingkan saat rumah sakit hanya memiliki dokter umum.

Penguatan tenaga kesehatan juga dilakukan di Puskesmas yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga rekrutmen bidan, perawat, ahli gizi, dan tenaga laboratorium dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.

Dinkes juga melakukan perbaikan dan penambahan sarana prasarana yang dinilai masih kurang di Puskesmas maupun rumah sakit sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Untuk program dokter keliling, kami membuat kegiatan satu tim dari Dinas Kesehatan, kemudian ada dokter spesialis dan penunjang lainnya yang melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan yang memang membutuhkan,” katanya.

Layanan kesehatan bergerak tersebut dilakukan secara bergantian dengan melibatkan dokter dari rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit swasta, dengan pelaksanaan yang telah dilakukan di Sandaran dan Batu Ampar serta direncanakan berlanjut ke Karangan.

Selain pelayanan dokter spesialis, kegiatan tersebut diintegrasikan dengan program cek kesehatan gratis dan tracing TBC, sehingga kunjungan ke wilayah terpencil tidak hanya memberikan pengobatan tetapi sekaligus mendukung upaya deteksi dan penanganan penyakit.

Lima program tersebut juga mencakup upaya penghentian stunting dan jaminan BPJS bagi seluruh masyarakat Kutai Timur, sementara penguatan layanan bergerak diarahkan untuk mempersempit kesenjangan akses kesehatan bagi masyarakat yang berada jauh dari fasilitas layanan kesehatan. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA