Kutai Timur – Edukasi pencegahan pernikahan usia dini terus dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur dengan menyasar pelajar, tetapi upaya tersebut masih membutuhkan penguatan agar pesan pencegahan menjangkau lebih banyak sekolah.
Pelaksana Harian Kepala DPPKB Kabupaten Kutai Timur Yuriansyah mengatakan edukasi diberikan melalui sejumlah kegiatan, termasuk saat pameran dengan menyampaikan informasi mengenai keluarga berencana dan pola hidup sehat kepada anak-anak sekolah.
Selain melalui kegiatan terbuka, DPPKB juga mendatangi sejumlah sekolah tingkat SMP di Kutai Timur untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah pernikahan pada usia dini yang dinilai perlu diperkenalkan sejak usia pelajar.
“Kami juga sebelumnya mendatangi beberapa SMP di Kutai Timur untuk menyampaikan edukasi mengenai pernikahan usia dini agar tidak dilakukan,” kata Yuriansyah di Kantor DPPKB Kabupaten Kutai Timur, Senin (12/10/2026).
Salah satu kegiatan tersebut telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bengalon dengan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya mencegah pernikahan pada usia dini, sekaligus memperkuat pengetahuan mereka mengenai kehidupan keluarga dan kesehatan.
Namun, dari penjelasan DPPKB belum disebutkan jumlah sekolah maupun pelajar yang telah menerima edukasi tersebut, sehingga cakupan program pencegahan pernikahan usia dini di Kutai Timur belum tergambarkan secara menyeluruh.
“Di pameran kami memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah, termasuk mengenai keluarga berencana dan pola hidup sehat,” ujarnya.
Pada kegiatan pameran, petugas DPPKB dijadwalkan bergiliran sejak pagi hingga sekitar pukul 15.00 untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang datang dan membuka ruang konsultasi terkait berbagai informasi kependudukan.
Petugas dari seluruh bidang juga disiapkan untuk memberikan penjelasan kepada pengunjung yang ingin mengetahui penggunaan alat kontrasepsi maupun informasi lain yang berkaitan dengan kependudukan dan keluarga berencana.
“Salah satu kegiatan tersebut sudah dilakukan di SMA Negeri 1 Bengalon dengan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya mencegah pernikahan pada usia dini,” tuturnya.
Pola edukasi tersebut menunjukkan DPPKB tidak hanya mengandalkan pelayanan keluarga berencana, tetapi juga berupaya melakukan pencegahan melalui peningkatan pemahaman pelajar, meski perluasan sasaran dan ukuran capaian program masih menjadi bagian yang perlu diperjelas. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar