Kutai Timur – Harapan para pedagang Pasar Sangkulirang yang kehilangan tempat mencari nafkah akibat kebakaran hebat tahun lalu akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah sekian lama menunggu kejelasan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa rencana pembangunan kembali pasar tersebut akan direalisasikan pada tahun 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah serta kebutuhan masyarakat yang mendesak untuk kembali memiliki fasilitas perdagangan yang layak.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Hal itu tidak lepas dari besarnya dampak kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2024, yang menghanguskan 408 kios beserta sebagian area dermaga. Peristiwa tersebut tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga memukul keras aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama ratusan pedagang yang menggantungkan hidupnya pada pasar tersebut.
“Untuk pengganti pasar yang terbakar di Sangkulirang, rencananya akan direalisasikan pada tahun 2026 menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Kebakaran yang meluluhlantakkan pusat kegiatan ekonomi itu meninggalkan luka mendalam bagi warga, mengingat pasar merupakan tempat interaksi sosial sekaligus sumber utama mata pencaharian. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen membangun kembali pasar Sangkulirang dengan konsep yang lebih aman, modern, tertata, dan tahan terhadap potensi bencana. Upaya ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Rencana pembangunan ulang tersebut juga menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Kutai Timur dalam memperkuat sektor perdagangan rakyat, membangkitkan kembali roda perekonomian masyarakat pesisir, serta memastikan para pedagang dapat kembali beraktivitas dengan fasilitas yang memadai. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar