Deni Hakim Anwar, Ketua Komisi III DPRD Samarinda
Noisenews.co, Samarinda – Pemkot Samarinda diminta segera memperbaiki dan melengkapi sistem pendukung operasional insinerator agar fasilitas pengolahan sampah tersebut mampu berfungsi secara maksimal.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar usai menemukan berbagai kendala yang dianggap masih menghambat kinerja pengolahan sampah melalui insinerator.
Deni Hakim Anwar menyampaikan, berdasarkan evaluasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), operasional insinerator hingga kini masih belum ditunjang fasilitas pendukung yang memadai.
Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pencapaian target pengurangan volume sampah melalui fasilitas pengolahan tersebut.
“Kami ingin alat ini benar-benar berfungsi optimal. Persoalan sampah di Samarinda membutuhkan solusi yang efektif, sehingga seluruh subsistem pendukung harus segera dipenuhi agar target pengurangan sampah dapat tercapai,” kata Deni.
Ia menerangkan bahwa insinerator membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai temperatur kerja ideal, yakni 900 hingga 1.000 derajat Celsius, sebelum pembakaran dapat dimulai.
Sesudah proses pembakaran berakhir, fasilitas tersebut masih membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk pendinginan sehingga durasi pengolahan efektif setiap harinya menjadi semakin terbatas.
“Kondisi itu membuat sekitar tiga jam waktu operasional terbuang setiap harinya. Padahal target pengurangan sampah melalui insinerator mencapai sekitar delapan hingga 10 ton per hari,” jelasnya.
Di samping persoalan waktu operasional, tahapan pemilahan sampah saat ini juga masih mengandalkan proses secara manual.
Deni menyebut, satu truk yang membawa sampah dengan kapasitas sekitar tiga sampai empat ton bahkan membutuhkan waktu hingga lima hari untuk menyelesaikan proses pemilahan sebelum sampah dapat diolah.
Komisi III DPRD Samarinda menilai situasi tersebut memperlihatkan bahwa pengoperasian insinerator belum ditopang oleh sistem pengelolaan yang terintegrasi.
Atas kondisi itu, Pemkot Samarinda diminta segera memenuhi berbagai fasilitas pendukung, termasuk perangkat pemilah sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga tahapan pengolahan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Deni turut menyoroti jalur distribusi sampah yang saat ini masih mengharuskan sampah diangkut dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) ke lokasi insinerator.
“Mekanisme tersebut tidak hanya memperpanjang waktu pengolahan, tetapi juga meningkatkan biaya operasional,” tegasnya.
“Kita berharap pembenahan sistem pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh sehingga keberadaan insinerator benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap upaya pengurangan timbunan sampah di Samarinda,” pungkasnya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar