DPRD Samarinda Dorong FKUB Lebih Aktif Tangani Persoalan Keagamaan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 04:40 0 23 Redaksi

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah.

Noisenews.co, Samarinda – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai perlu memperkuat perannya dalam menjaga keharmonisan serta membantu menangani berbagai persoalan keagamaan yang muncul di tengah masyarakat. DPRD Kota Samarinda mendorong FKUB tidak hanya bergerak ketika terjadi konflik, tetapi juga membangun komunikasi secara aktif sebagai langkah pencegahan.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan FKUB memiliki posisi strategis karena menghimpun perwakilan dari berbagai unsur agama. Keberagaman tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan dalam menjembatani berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan umat beragama.

Menurutnya, DPRD Samarinda cukup sering menerima aspirasi masyarakat mengenai beragam persoalan, mulai dari keagamaan, kebudayaan, perizinan hingga pembangunan rumah ibadah. Oleh sebab itu, kehadiran FKUB diperlukan agar penyelesaian dapat ditempuh melalui dialog dengan mempertimbangkan pandangan dari berbagai pihak.

“FKUB sudah menyatakan kesiapan untuk membantu DPRD apabila ada persoalan yang berkaitan dengan agama, budaya, perizinan rumah ibadah maupun persoalan lainnya di tengah masyarakat,” ucapnya, pada Kamis (27/8/26).

Helmi mengatakan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan beragama membutuhkan komunikasi yang terbuka serta keterlibatan lintas pihak. Penyelesaian masalah tidak seharusnya dilakukan secara sepihak, terutama terhadap persoalan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurutnya, FKUB dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pandangan dan mencari titik temu sebelum sebuah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“DPRD cukup sering menerima aspirasi maupun keluhan dari masyarakat. Jika nantinya ada persoalan berkaitan dengan kehidupan keagamaan, FKUB bisa kami libatkan untuk bersama-sama mencari penyelesaian,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan FKUB juga diperlukan untuk memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan mengutamakan prinsip musyawarah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan keharmonisan hubungan antarumat beragama di Kota Samarinda.

DPRD Samarinda menyatakan akan mendukung berbagai program yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan sektor keagamaan dan kebudayaan.

Dukungan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi DPRD, baik melalui aspek penganggaran maupun pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.

“Kami tentu akan memberikan perhatian terhadap program yang manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tukasnya.

Menurut Helmi, hubungan antara DPRD dan FKUB ke depan tidak semestinya hanya terjalin ketika persoalan sudah muncul. Sinergi perlu diperkuat melalui komunikasi yang berkesinambungan sebagai upaya menjaga kerukunan sekaligus mendeteksi potensi persoalan sejak dini.

Dengan semakin aktifnya peran FKUB, ia berharap berbagai aspirasi dan persoalan keagamaan yang muncul di tengah masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan terarah, dengan tetap menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan antarumat beragama. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA