DPRD Samarinda Minta Damkar dan Relawan Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Agu 2026 13:34 0 20 Redaksi

Jasno, Anggota Komisi III DPRD Samarinda

Noisenews.co, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Jasno menyampaikan, kondisi minimnya curah hujan selama beberapa pekan terakhir berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama pada wilayah yang memiliki area terbuka.

“Kesiapsiagaan harus dilakukan hingga tingkat wilayah. Pemerintah perlu memastikan personel pemadam kebakaran, kendaraan, peralatan pendukung, serta relawan berada dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu,” kata Jasno.

Menurutnya, relawan mempunyai posisi strategis dalam penanganan awal karena berada lebih dekat dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kecepatan dalam merespons kemunculan api dapat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

“Pemadam kebakaran dan relawan di masing-masing wilayah juga harus didukung agar tetap siaga. Sebab, beberapa titik kemungkinan sudah mulai muncul api,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kondisi kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat berdampak terhadap ketersediaan air yang berpotensi memengaruhi kondisi sungai di sekitar Samarinda.

Menurutnya, persoalan dapat menjadi semakin kompleks apabila kondisi kekeringan terjadi bersamaan dengan munculnya kebakaran lahan.

Karena itu, pemerintah daerah diminta mengantisipasi dampak kemarau secara menyeluruh dan tidak menunggu hingga situasi berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Selain dampak terhadap lingkungan, Jasno juga memberikan perhatian terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat. Asap akibat kebakaran lahan, terutama yang terjadi di sekitar kawasan permukiman, dapat menurunkan kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan warga.

Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama selama kondisi cuaca masih berada dalam keadaan kering. Kesiapan pemerintah juga perlu disertai dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan munculnya api.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, tentu akan menimbulkan dampak. Bukan hanya kekeringan pada sungai, tetapi kebakaran di sekitar lahan Samarinda juga bisa terjadi dan pada akhirnya mengancam kesehatan masyarakat,” tegasnya. (Rad/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA