Kutim Usul Penetapan HET Disesuaikan per Wilayah

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Nov 2025 01:46 0 121 Redaksi

Kutai Timur – Ketimpangan harga beras di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mulai menjadi perhatian serius, terutama karena kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diberlakukan secara seragam dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi lapangan. Perbedaan karakter geografis, jarak distribusi, dan ongkos logistik antarwilayah menyebabkan harga riil di beberapa daerah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah yang aksesnya lebih mudah. Situasi ini membuat sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pesisir dan pedalaman, merasakan beban lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menilai bahwa kebijakan HET yang sama di seluruh provinsi perlu dikaji ulang. Menurutnya, kebijakan harga harus lebih fleksibel dan mempertimbangkan faktor biaya distribusi yang berbeda-beda. “Untuk HET yang merata di seluruh Kaltim, kondisi ini dinilai tidak relevan karena biaya distribusi antarwilayah berbeda,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa Kutai Timur mendorong agar penetapan HET dapat dilakukan di tingkat kabupaten, bahkan jika memungkinkan hingga level kecamatan. Dengan demikian, harga beras dapat disesuaikan dengan kondisi geografis, jarak tempuh distribusi, serta tantangan logistik masing-masing wilayah. “Kutai Timur mendorong agar penetapan HET dapat dilakukan di tingkat kabupaten, bahkan kecamatan, agar harga sesuai dengan kondisi geografis dan biaya distribusi,” sambungnya.

Nora menilai pendekatan berbasis wilayah akan menciptakan keadilan harga yang lebih nyata dan membantu para pedagang kecil menyesuaikan margin usaha tanpa harus berhadapan dengan aturan yang tidak sesuai realitas lapangan. Selain itu, kebijakan yang lebih fleksibel juga memungkinkan daerah melakukan pengawasan harga dengan lebih efektif.

Pemerintah Kutai Timur berencana mengajukan usulan resmi kepada pemerintah provinsi agar penetapan HET di masa mendatang benar-benar memperhitungkan kondisi lapangan, terutama untuk wilayah pesisir dan pedalaman yang menghadapi ongkos distribusi lebih tinggi. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA