Kutai Timur – Harapan baru bagi pelaku ekonomi rakyat di Kutai Timur kian nyata seiring berjalannya pembangunan dua proyek strategis daerah yang kini menjadi sorotan. Pembangunan pasar di Kecamatan Bengalon dan Teluk Pandan terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai simbol kebangkitan ekonomi lokal yang bertumpu pada kemandirian, kesejahteraan, serta peningkatan aktivitas perdagangan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menyampaikan bahwa kedua proyek tersebut telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Pemerintah menargetkan bahwa pasar di Bengalon maupun Teluk Pandan dapat rampung pada akhir tahun 2025, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. “Terkait dua pembangunan pasar di Kecamatan Bengalon dan Teluk Pandan, saat ini keduanya masih dalam proses dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini,” jelasnya.
Setiap proyek pembangunan pasar tersebut memiliki nilai anggaran berkisar antara Rp21 miliar hingga Rp23 miliar yang bersumber dari APBD Kutim. Investasi ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga merupakan upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Dengan hadirnya pasar-pasar baru ini, pemerintah berharap muncul pusat perdagangan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara lebih dinamis, terutama bagi para pelaku UMKM, pedagang kecil, dan sektor informal lainnya.
Disperindag memastikan seluruh pengerjaan berjalan sesuai jadwal, standar, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Pemerintah juga berharap proses pembangunan ini didukung oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal ketika pasar selesai digunakan.
Nantinya, kedua pasar tersebut akan menjadi ikon ekonomi baru Kutai Timur, sekaligus bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perdagangan rakyat melalui penyediaan infrastruktur yang lebih modern, aman, tertata, dan nyaman bagi semua kalangan. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar