Kutai Timur – Di antara hijau hutan dan aroma tanah basah setelah hujan, Desa Himba Lestari menyimpan cerita manis yang kini mulai dikenal luas.
Di sanalah buah nanas tumbuh subur, menjelma menjadi hasil utama pertanian Kecamatan Batu Ampar. Setiap panen, hamparan kuning keemasan nanas memenuhi kebun-kebun rakyat, menjadi sumber kehidupan sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.
Camat Batu Ampar, Suriansyah, mengatakan bahwa buah nanas dari Himba Lestari kini menjadi komoditas unggulan daerah. Hasilnya tak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi mulai diolah menjadi produk bernilai tambah oleh pelaku UMKM lokal.
“Buah nanas Himba Lestari menjadi hasil utama pertanian Batu Ampar, sebagian besar dijual dalam bentuk buah segar. Namun, sejumlah pelaku UMKM mulai mengembangkan olahan turunan seperti selai dan keripik nanas,” ujarnya.
Inovasi itu, lanjutnya, mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur. Pemerintah membantu dalam proses pendampingan, sertifikasi halal, hingga pengembangan kapasitas produksi.
Dukungan ini membuka peluang bagi produk olahan nanas untuk menembus pasar yang lebih luas dan menjadi identitas baru Batu Ampar dalam sektor pertanian modern.
Kini, aroma manis nanas tidak hanya hadir di kebun, tapi juga di rumah-rumah warga yang mulai berani berwirausaha. Dari selai nanas buatan tangan hingga keripik garing beraroma khas, setiap produk membawa cita rasa lokal yang kuat. Himba Lestari pun berubah menjadi pusat semangat baru, tempat di mana hasil bumi tak lagi hanya dipanen, tapi juga diolah dengan nilai dan kebanggaan.
Dengan langkah-langkah kecil namun penuh keyakinan, masyarakat Batu Ampar membuktikan bahwa kemajuan bisa lahir dari tanah yang sederhana.
Nanas Himba Lestari menjadi simbol manisnya perubahan yang tumbuh dari kerja keras, inovasi, dan tekad untuk maju bersama(SH/ADV).
![]()

Tidak ada komentar