Dosen Psikologi UMKT Tekankan Mental Tangguh Hadapi Tekanan Sosial Digital

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Agu 2025 23:20 0 390 Redaksi

pentingnya membangun mental tangguh generasi muda dalam menghadapi tekanan sosial digital di Seminar Nasional KPID Kaltim dan FLPM

Noisenews.co, Samarinda – Seminar Nasional bertajuk “2045: Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?” yang digelar KPID Kaltim dan FLPM menghadirkan sejumlah narasumber lintas disiplin. Salah satunya, Hamka, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), yang menekankan pentingnya membangun mental tangguh generasi muda.

Menurut Hamka, tantangan utama yang dihadapi anak muda saat ini bukan hanya keterbatasan peluang, tetapi juga tekanan sosial dari dunia digital. 

“Generasi kita harus resilien, memiliki daya tahan mental yang kuat, dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, media sosial sering kali menciptakan standar semu yang memicu kecemasan, tekanan psikologis, hingga krisis identitas di kalangan remaja. Oleh karena itu, pembentukan karakter tangguh dan inovatif harus menjadi prioritas dalam pendidikan dan bimbingan keluarga.

Hamka menambahkan, generasi muda yang tangguh tidak hanya mampu bertahan dari tekanan sosial, tetapi juga berani menghadirkan inovasi baru. 

“Inovasi lahir dari mental yang sehat. Jika generasi muda kita terjebak dalam tekanan digital, mereka akan sulit berkontribusi pada cita-cita Indonesia Emas,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kesiapan mental harus berjalan beriringan dengan literasi media. Generasi muda perlu memiliki kesadaran kritis agar tidak mudah terprovokasi hoaks atau tren sesaat yang merugikan.

Seminar ini menurut Hamka menjadi ruang refleksi yang baik untuk mendorong diskusi publik terkait pentingnya kesehatan mental di era digital. Ia berharap, pemahaman ini bisa menumbuhkan generasi yang lebih siap menghadapi tahun 2045.

“Indonesia Emas bukan hanya soal ekonomi dan politik, tetapi juga kesiapan mental bangsa ini. Tanpa generasi yang resilien, narasi emas hanya akan menjadi ilusi,” pungkasnya.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA