Seminar Nasional di UNU Kaltim, Kamis (12/6/2025), yang mengangkat tema literasi media di era digital. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi penyiaran untuk membekali mahasiswa menjadi pengguna media yang kritis. (Foto/ist)
Noisenews.co Samarinda – Kesadaran akan pentingnya literasi media di era digital menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional bertema “Membangun Mahasiswa Cerdas dan Kritis di Era Digital: Literasi Media untuk Penyiaran Sehat” yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur pada Kamis (12/6).
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi penyiaran. Di antaranya adalah H. Farid Wadjdy, Rektor UNU Kaltim; Akhmad Muadin, akademisi yang aktif dalam studi komunikasi; serta Adji Novita Wida Vantina, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Kaltim.
Rektor UNU Kaltim, H. Farid Wadjdy, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus digital.
“Mahasiswa adalah kelompok yang sangat rentan terpapar informasi hoaks, tapi juga punya potensi besar menjadi agen literasi di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Seminar ini menjadi wadah diskusi mengenai bagaimana mahasiswa dapat menjadi konsumen media yang tidak hanya pasif, tetapi juga kritis dan mampu mengevaluasi informasi secara objektif. Para pembicara memberikan berbagai perspektif tentang tantangan dan solusi dalam meningkatkan literasi digital di kalangan muda.
Tri Heriyanto dari KPID Kaltim juga memberikan penekanan bahwa literasi media bukan hanya tanggung jawab lembaga penyiaran, tetapi harus menjadi gerakan bersama.
“Mahasiswa harus punya peran aktif dalam melawan hoaks. Jangan hanya bergantung pada satu sumber, harus kritis dan cek fakta,” ungkapnya dalam sesi pemaparan materi.
Senada dengan Tri, Adji Novita menambahkan bahwa budaya mengecek sumber informasi harus ditanamkan sejak dini, terutama dalam lingkungan kampus. Ia mengatakan bahwa kemampuan membedakan informasi yang valid dengan yang menyesatkan adalah keterampilan esensial di era digital.
Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana banyak mahasiswa menyampaikan keresahan mereka terhadap konten-konten negatif di media sosial. Para narasumber pun memberikan tips praktis untuk menjadi pengguna media yang bertanggung jawab dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi palsu.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar