Ricuh Saat Penggusuran Pasar Subuh, DPRD Samarinda Kecewa Pemkot Tidak Menengahi

waktu baca 1 menit
Jumat, 9 Mei 2025 06:55 0 81 Redaksi

Wakil Ketua I DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Ahmad Vananzha selaku Wakil Ketua I DPRD Kota Samarinda membersamai proses penggusuran pedagang di Pasar Subuh, pada Jumat (9/5/25).  Vananzha menyampaikan kekecewaan, lantaran ketidakhadiran perwakilan pemerintah kota (Pemkot) Samarinda.

Ia mengatakan, harusnya ada perwakilan dari pemerintah untuk menengahi polemik yang terjadi di tengah penertiban. Sebab, dinilai berpotensi atau rawan konflik. Bukan hanya mengerahkan aparat untuk mengeksekusi di lapangan.

“Kami sangat sesalkan kejadian ini. Mestinya kalau ada penggusuran seperti ini, harus ada komunikasi yang baik sebelumnya. Bahkan kami tidak dilibatkan,” ujarnya disela penertiban Pasar Subuh.

Tak hanya itu, dirinya juga mempersoalkan legalitas dan koordinasi antarpihak yang kurang baik, disebabkan tidak hadirnya instansi yang bertanggung jawab saat pelaksanaan penertiban.

Ia menilai, kehadiran instansi terkait sangat diperlukan dalam menengahi masalah tersebut. Sebab, aparat kepolisian serta Satpol PP hanya bertugas sebagai eksekutor dilapangan, tanpa memiliki kewenangan dalam menjelaskan kebijakan pemerintah untuk menertibkan para pedagang.

“Ini lah yang memicu konflik. Tugas aparat hanya menertibkan, sedangkan mediatornya pemeritnah,” tegasnya.

Sebagai jalan tengah, pihak DPRD berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (14/5/2025) mendatang.

Nantinya, tegas Ahmad Vananzda, akan melibatkan seluruh pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut lebih jauh. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA