Sangatta – Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Begitu banyak manfaat listrik yang dapat mempermudah kehidupan.
Di Kutai Timur sendiri listrik sudah masuk di beberapa wilayah, namun masih belum rata di pelosok daerah. Tentunya hal ini menimbulkan banyak keprihatinan dari berbagai pihak. Salah satunya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Leni yang beebrapa waktu lalu melaksanakan Reses di dapil 4 yaitu Kecamatan Sandaran, Karangan dan Kaubun.
“Khususnya pada saat reses ini saya ada 3 titik, yang pertama di Kecamatan Sandaran, Kecamatan Kaubun dan salah satunya Kecamatan Karangan,” jelasnya pada awak media.
Dalam kesempatan itu ia mengatakan masih banyak pekerjaan rumah pemerintah mengingat di pelosok masih belum Merdeka listrik.
“Dalam tiga hari saya melakukan kunjungan, saya melihat masih banyak daerah di Kutim yang belum teraliri listrik dan air bersih,” ujarnya.
“Kalau kami sebagai anggota DPRD yaa ketika reses apabila ada keluhan mengenai listrik pasti akan kami tampung terlebih dahulu. Nah, saya juga sempat berkeliling di daerah dapil 5 itu sekitar jam 10 itu sudah mati, jadi menurut saya dari pemerintah desa kalau bisa secepatnya hal tersebut ditangani,” lanjutnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Kutim terus berupaya dalam mendukung Program Merdeka Listrik. Namun, ia menegaskan bahwa program ini tidak dapat berjalan dengan sukses tanpa adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan program ini. Kita perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti PLN, swasta, dan masyarakat,” pungkasnya.
![]()

Tidak ada komentar