Kutai Timur – Di balik rindangnya kebun-kebun pisang di Kutai Timur, tersimpan kisah panjang tentang ketahanan, kerja keras, dan inovasi petani lokal. Varietas Pisang Kepok Gerecek, yang kini dikenal sebagai salah satu komoditas khas daerah, ternyata lahir dari masa-masa sulit ketika perkebunan pisang pernah terpuruk akibat serangan penyakit.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pangan Kabupaten Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum membagikan kembali perjalanan lahirnya varietas ini. Ia menjelaskan bahwa pada pertengahan 2000-an, kondisi kebun pisang mengalami krisis berat.
“Sekitar 2005, banyak tanaman pisang rusak parah akibat jamur Fusarium dan Stagonospora yang menyerang batang serta daun,” tuturnya.
Ia menceritakan situasi itu membuat petani terpaksa memutar otak. Berbagai upaya dilakukan agar Kutai Timur tidak kehilangan tanaman pisang yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Pada periode 2010 hingga 2011, kami kembali melakukan penelusuran untuk menemukan rumpun pisang yang mampu bertahan dari serangan penyakit tersebut,” lanjut Dyah.
Upaya itu tidak sia-sia. Setelah dilakukan pembibitan secara selektif, muncullah harapan baru dari dua wilayah yang menjadi pusat proses tersebut.
“Lewat pengembangan bibit yang dilakukan di Desa Selangkau dan Dusun Golok, akhirnya ditemukan varietas yang berbeda dan lebih kuat, yang kemudian dikenal sebagai Pisang Kepok Gerecek, varietas asli yang kini menjadi kebanggaan Kutai Timur,” ungkapnya.
Kisah hadirnya Pisang Kepok Gerecek menjadi bukti bahwa inovasi pertanian tidak selalu lahir dari laboratorium besar, melainkan juga dari ketekunan petani yang enggan menyerah pada krisis. Kini, varietas ini terus berkembang dan membuka peluang bagi Kutai Timur untuk memperkuat identitas komoditas lokalnya.(SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar