Sumbang Silpa Terbesar, Proyek MYC Belum Sesuai Target

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Mei 2024 13:01 0 105 Redaksi

Sangatta – Hepnie Armansyah Anggota DPRD yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutim untuk tahun anggaran 2023, mengatakan bahwa Proyek Multi Years Contract (MYC) menjadi penyumbang Silpa terbesar. Dirinya mengungkapkan bahwa Kurangnya penyerapan anggaran yang di lakukan oleh Pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pembangunan yang masuk dalam skema Tahun Jamak terhadap hasil pembangunan yang menyebabkan masyarakat belum bisa sepenuhnya merasakan dampaknya.

Namun disisi lain, dirinya juga menyadari lambatnya penyerapan anggaran yang di lakukan oleh pemerintah khususnya program MYC yang sudah di mulai sejak tahun 2023 lalu , di sebabkan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, salah satunya proses lelang yang memakan waktu cukup panjang.

“Memang saya memahami kenapa di tahun 2023 itu penyerapannya sedikit terkendala. Karena proses tender itu kan memakan waktu yang cukup lama. Bahkan beberapa proyek itu baru mulai di bulan Agustus. Kalau 2024 sih progresnya mereka ngegas cuman kan karena skemanya sudah kita tetapkan maksimal anggarannya, jadi kemampuannya segitu aja,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pemerintah daerah harus benar – benar Menyusun perencanaan yang matang agar anggarannya bisa terserap.

“Jadi ya menurut saya sih tadi kami tekankan bahwa perencanaan itu selalu saya tekankan. Ya, perencanaan itu harus matang,” ungkapnya pada awak media.

Dirinya mengungkapkan keterlambatan realisasi penyerapan anggaran yang sudah di sepakati dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara DPRD dan Pemerintah Daerah juga berpengaruh terhadap progres pembangunan yang saat ini tengah berjalan.

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA