Sangatta – Faizal Rachman, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tanggapi kurangnya hasil panen pisang kapok dalam memenuhi permintaan dengan memberikan usulan untuk perluasan lahan agar hasilnya lebih maksimal.
“Memang harus ada perluasan,” ungkapnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pemerintah memberikan bantuan berupa jalan usaha.
“Mereka mendapat sentuhan bantuan untuk jalan usaha tani jadi mereka itu produksinya dikumpulkan di satu tempat, yaitu di Simpang empat itu jadi belum bisa tembus sampai ke lurus, karena padahal posisi sana jadi mereka langsir itu pakai trahen traktor yang dimodifikasi dengan bak, oke nah jadi itu ya diperlukan bisa biar sampai menjangkau sampai titik itu lokasinya,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perluasan lahan ini bisa ke area mana saja, namun Dinas terkait harus memperhatikan betul kondisi tanahnya, dimana tanah ini apakah mengandung banyak kapur atau tidak.
Kapur memainkan peran penting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman pisang. Dengan pindah ke tanah yang kurang mengandung kapur serupa, hasil panen menjadi kurang optimal dan kualitas pisang pun menurun.
“Kalau perluasan sih dimana saja boleh ya, saya dapat informasi yang kemarin dikembangkan di kebun saja kan tidak sama kualitas pisangnya dengan yang ditanam di Kaliorang, nah ternyata katanya memang hasil penelitiannya perlu banyak kapur,” pungkasnya.
Ia juga menyarankan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan dinas pertanian untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesesuaian tanah sebelum melakukan ekspansi lahan.
![]()

Tidak ada komentar