Jaringan irigasi di Kukar. (Ist)
Noisenews.co, Tenggarong– Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melakukan pembangunan sistem irigasi. Hal ini untuk memastikan ketersediaan air tetap ada di wilayah yang menjadi lokasi titik pertanian.
Pihaknya menargetkan 69 kilometer panjang saluran irigasi yang dibangun dan direhabilitasi, khususnya di lima kawasan pembangunan pertanian di Kukar. Pada 2023 ini, sepanjang 11 kilometer jaringan irigasi yang dibangun dan direhabilitasi. Dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp17 miliar.
“Tahun ini karena keterbatasan anggaran, hanya 11 kilometer yang seharusnya target kami 20 kilometer. Tetapi target kekurangan akan kami kejar di tahun 2024,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasaran (Sapras) Distanak Kukar Muhammad Rifani.
Jaringan irigasi yang dibangun ini menyasar kepada irigasi tersier. Sedangkan jaringan irigasi yang sekunder dan menengah dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar.
“Kawasan itu dengan luas hamparan diatas 1.000 hektare. Jadi lima kawasan itu luasnya 8.000 hektare lebih,” ungkapnya.
Saluran irigasi yang dibangun di masing-masing lima kawasan ini pun diharapkan dapat dirawat oleh para gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang merasakan manfaatnya. Mereka diharapkan dapat merawat jaringan irigasi itu secara swadaya.
“(Pembangunan irigasi) ini dalam rangka peningkatan produksi. Pada dasarnya sebagian besar sawah itu kan tadah hujan, jadi kita mau atur airnya supaya kebutuhan air baju terhadap pertanian padi sawah bisa terpenuhi,” tandasnya. (Rad/ADV/Diskominfo Kukar)

Tidak ada komentar