Anggota DPRD Nilai TPA Batota Belum Maksimal Dalam Mengelola Sampah, Jimmy : Butuh SDM Yang Memadai

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Mei 2024 12:58 0 293 Redaksi

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmy nilai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota belum maksimal dalam pengelolaan sampah dan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dalam pelaksanaanya.

“Insineratornya itu memang kalau dilihat diawal yaitu 60 ton per hari, tapi apakah SDM yang terbatas atau kapasitas mesinnya masih jadi pertanyaan. Kalau pernyataan KPC seperti itu saya kira kapasitas mesin sudah jelas itu dari daerah lain sudah melalui tes kelayakan, artınya mungkin SDM nya aja lagi yang kurang,” kata Jimmy saat ditemui awak media usai menghadiri rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Kutim Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi Sangatta, Senin (13/5/2024).

Menurutnya, kajian terhadap Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) harus dilakukan sebelum implementasi. “Untuk kajian TPSP harusnya dilakukan sebelum barangnya ada. Kalau memang belum bisa, maka seharusnya tidak ada di situ. Tapi kalau barangnya sudah ada dan dipasang baru mau dikaji, itu kan jadi pembenaran aja jadinya,” ungkap Politisi PKS itu.

Dengan adanya rencana pembangunan TPA ini, Jimmy berharap pemerintah dapat melakukan kajian yang mendalam dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak lingkungan dan keberlanjutan proyek. “Kajian yang mendalam dan menyeluruh sangat diperlukan agar proyek ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan proyek-proyek seperti TPA dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dapat berhasil dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA