Kepala Diskominfo Kaltim Tekankan Peran Guru sebagai Agen Perubahan di Era Digital

waktu baca 2 menit
Sabtu, 9 Agu 2025 13:49 0 66 Redaksi

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan materi tentang peran guru sebagai agen perubahan di era digital dalam kegiatan Sosialisasi LAPOR! dan PPID Goes to School di SMA Negeri 1 Samarinda.(ist/foto)

Noisenews.co, Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di era keterbukaan informasi digital. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Sosialisasi LAPOR! dan PPID Goes to School di SMA Negeri 1 Samarinda, Jumat (8/8/25).

Faisal menyebut guru bukan hanya berfungsi sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan dan penjaga masa depan bangsa. Menurutnya, literasi digital yang baik di kalangan pendidik akan menjadi pondasi kuat dalam membentuk kesadaran kritis di kalangan pelajar.

“Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga agen perubahan dan penjaga masa depan bangsa. Dengan literasi digital yang baik, para guru bisa menumbuhkan kesadaran kritis dan budaya bertanya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menilai bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Dalam konteks pendidikan, langkah itu bisa diawali dari pemanfaatan teknologi informasi yang sehat dan bertanggung jawab di sekolah.

Faisal juga mendorong para guru untuk aktif memanfaatkan kanal resmi seperti LAPOR! dan PPID sebagai sarana pembelajaran kepada siswa. Menurutnya, hal ini akan mengajarkan generasi muda cara menyampaikan aspirasi dan memperoleh informasi yang valid.

“Perubahan besar itu dimulai dari langkah kecil, dan kita ingin langkah kecil ini dimulai dari sekolah. Dengan begitu, siswa akan terbiasa memilah informasi dan berani menyuarakan pendapat secara benar,” kata Faisal.

Ia berharap semangat keterbukaan informasi tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga merambah ke keluarga dan masyarakat luas. Dengan dukungan guru sebagai agen literasi digital, ia yakin kesadaran akan pentingnya informasi yang benar akan semakin mengakar.

Program yang diikuti para tenaga pendidik ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kaltim, sehingga literasi informasi dapat berkembang merata di seluruh daerah.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA