Ajak Warga Cegah Narkoba, Syahariah Mas’ud Kembali Gelar Sosper

waktu baca 3 menit
Minggu, 29 Jun 2025 01:53 0 74 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud saat memberikan sambutan pada soliasiasj peraturan daerah, pada Minggu 29 Juni 2025.

Noisenews.co, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud, melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Provinsi Kaltim Nomor 04/2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika dan Psikotropika, pada Desa Pait Kecamatan Longikis, Kabupaten Paser, pada Minggu 29 Juni 2025.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser ini didampingi narasumber Bripka Koko Hartono selaku Bhabinkamtibmas Polsek Longikis dan Bapak Amran.

Syahariah Mas’ud dalam sambutanya mengatakan, sosialisasi perda pencegahan narkoba ini sangat penting. Sebab peredaran narkoba di masyarakat sangat mengkhawatirkan, terutama kepada anak muda.

“Saya selaku anggota dewan sangat prihatin terhadap peredaran narkoba. Untuk itu, marilah kita bersama-sama mengawasi keluarga kita, anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dunia narkoba,” ujar politisi Golkar itu.

Syahariah juga berpesan, apabila ada keluarga atau saudara yang kecanduan narkoba agar dilakukan rehabilitasi.

“Kaltim sudah punya Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah di Samarinda. Para pecandu direhabilitasi gratis. Nah, saya berharap mudah-mudahan kita semua sehat dan terbebas narkoba sehingga tidak ada yang direhabilitasi lantaran kecanduan narkoba,” harapnya.

Sementara itu, Bripka Koko Hartono mengatakan, Presiden Jokowi telah menetapkan bahwa Indonesia Darurat Narkoba.

“Indonesia termasuk salah satu negara yang darurat narkoba sebab tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Mimi selaku anggota DPRD Kaltim yang telah memberikan kesempatan kepada BNN untuk ikut melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, narkoba ini telah menjadi bisnis karena harganya mahal hingga mencapai jutaan rupiah per gram. Sedangkan sasaran utama para pengedar narkoba ini adalah anak muda. Mereka sengaja merusak mental generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa.

“Ya, targetnya anak muda, makanya sebagai orangtua harus ikut mengawasi anak-anaknya karena kalau sudah kecanduan narkoba agak sulit disembuhkan, hanya bisa direhabilitasi untuk dipulihkan,” katanya.

Dilanjut Amran menambahkan, peredaran narkoba di negeri ini semakin parah sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh masyarakat.

“Dari beberapa pengedar yang berhasil ditangkap BNN dan aparat, mereka mengaku Balikpapan akan dijadikan market (pasar) narkoba dengan sasaran anak-anak muda,” akunya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar sama-sama mengawasi keluarga dan anak-anak agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba karena efeknya sangat parah bagi Kesehatan.

“Kalau sudah kecanduan narkoba, orangnya seperti beleng-beleng (gila) karena terlalu banyak menghayal. Jadi marilah kita sama-sama mengawasi. Kalau di lingkungan bapak-bapak dan ibu-ibu dicurigai ada peredaran narkoba, silakan lapor kepada aparat terdekat atau langsung ke BNN,” tutup Syahariah. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA