Minimalisir Anak Putus Sekolah, DPRD Samarinda Dorong Pemkot Kualitas SDM

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Mar 2025 10:06 0 122 Redaksi

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Sri Puji Astuti, selaku Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, mengungkapkan bahwa berdasarkan data pada tahun 2024 terdapat sekitar 700 anak putus sekolah atau tidak bersekolah di usia wajib belajar. 

Terkhusus daerah Samarinda Seberang, Puji menyebut hasil penjaringan yang dilakukan DPRD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menemukan sekitar 97 anak yang tidak bersekolah.  Ia cukup prihatin dengan konisi itu dan menurutnya patut untuk menjadi perhatian pemerntah. 

“Anak-anak tersebut bisa mengikuti program pelatihan atau mengambil paket A, B, dan C untuk mendapatkan ijazah kesetaraan. Namun, setelah mereka menyelesaikan paket pendidikan ini, idealnya mereka juga harus diberikan keterampilan agar bisa langsung bekerja,” ujar Puji.

Namun kata dia, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya minat dari anak-anak yang sudah terbiasa mencari uang di jalanan dengan cara yang kurang baik.

Oleh karena itu, menurutnya perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat dari tingkat RT hingga kecamatan agar anak-anak bisa bisa ditarik untuk mendapatkan pelatihan keterampilan, baik hard skill maupun soft skill agar memiliki bekal memasuki dunia kerja. 

“Ini menjadi tugas kami melakukan sosialisasi ke masyarakat dari tingkat RT hingga kecamatan,” imbuhnya. 

Namun, ia menilai salah satu masalah utama yang dihadapi setelah pelatihan adalah kurangnya modal usaha bagi peserta dari keluarga kelas menengah ke bawah. 

Puji pun berharap adanya dukungan modal, baik melalui program CSR pihak eksternal maupun skema pendanaan lainnya. 
Meskipun pemerintah kota telah menitipkan anggaran di Bankaltimtara yakni Kredit Bertuah yang bisa digunakan masyarakat untuk membuka usaha, namun ia menilai persyaratan yang ketat menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat.  

Untuk itu ia berharap visi-misi Wali Kota Samarinda saat ini yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM bisa mengakomodasi permasalahan ini agar anak-anak putus sekolah tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga peluang ekonomi yang lebih baik di masa depan. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA