Sangatta – Tepat pada tanggal 1 Mei, May Day jadi tajuk banyak aktivitas buruh di seluruh penjuru dunia untuk merayakan Hari Buruh. Begitu pun dengan Kutai Timur, hari ini Sangatta di-merah-kan oleh aksi aliansi dari berbagai serikat buruh yang menamakan diri Gerakan Buruh Bersatu Kutai Timur (Gebrak).
Namun dalam aksi tersebut mencuat dugaan – dugaan para buruh terkait Perusahaan yang bersekongkol dengan DPRD.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Leni Angriani ikut menanggapi isu tersebut, namun menurutnya ini hanyalah berita hoax semata.
“Mengangkat masalah itu saya belum punya buktinya, menurut say aini hanya berita berita hoax saja, berita ngambang. Jadi selagi masih belum ada data dengan bukti yang konkrit, saya tidak berani menjawab apakah memang ada anggota dewan yang bersekongkol atau tidak,” ungkap Leni.
Ia mengatakan bahwa memang beberapa kali ada komunikasi dan hearing antara serikat buruh dan anggota DPRD.
“Tapi dalam hal ini ada beberapa kali kita antara serikat buruh dengan DPRD cuma Ibaratnya biasa aja gitu. Jadi sebenarnya mungkin bukan kongkalikong itu, tapi tindak lanjut yang diperlukan,” tuturnya.
Dalam orasi para buruh, terdapat berbagai tuntutan para buruh yang di suarakan yaitu :
![]()

Tidak ada komentar