Sangatta – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutim, Jimmy soroti kondisi terminal Kutim yang sepi pengunjung. Fasilitas terminal di Kutai Timur (Kutim) yang minim dinilai menjadi penyebab sepi pengunjung.
Dirinya mengusulkan peningkatan fasilitas dan pemilihan lokasi strategis untuk menarik minat masyarakat dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) agar terminal kembali ramai.
“Saya kepengin fasilitas terminal itu ditingkatkan lagi, jika ada sarana rekreatif di situ kan bisa jadi orang merasa nyaman dan memakai angkutan umum,” jelas Jimmy.
Selain karna fasilitas, ia menilai tipe rakyat Kutim juga mempengaruhi sepinya pengunjung, karna kebanyakan masyarakat Kutim biasanya dijemput langsung dirumah.
“Tapi selain itu memang masyarakat juga tidak terbiasa ke terminal, karna kebanyakan langsung dijemput depan rumah,” ungkap Jimmy saat ditemui awak media usai menghadiri rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Kutim Kawasan Bukit Pelangi Sangatta, Senin (13/5/2024).
Menurut Jimmy, saat ini minat masyarakat untuk berkunjung ke terminal sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh kondisi terminal yang kurang representatif dan tidak menarik bagi warga. Dengan meningkatkan fasilitas, diharapkan upaya ini bisa mengubah kebiasaan masyarakat dan menghidupkan kembali terminal-terminal bus yang kini terbengkalai, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi transportasi dan ekonomi lokal.
Dirinya juga menyadari bahwa menarik minat masyarakat dan UKM untuk meramaikan terminal bukanlah perkara mudah.
“Sulit juga, karena yang harus meramaikan itu kan pelaku UKM. Kami berharap ada perputaran ekonomi di sekitar terminal. Sayangnya, mereka standby di terminal berjam-jam kalau peminat angkutan terminal kurang,” ungkapnya.
![]()

Tidak ada komentar