Pemerataan Internet di Pelosok Untuk Menunjang Program Merdeka Belajar

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Mei 2024 18:44 0 124 Redaksi

Sangatta – Hadirnya kurikulum Merdeka di seluruh jenjang Pendidikan menjadi tantangan tersendiri mengingat kurikulum ini menuntut tenaga Pendidik maupun siswa untuk mampu mengoptimalkan bakat serta kreatifitas yang dimiliki.

Salah satu sumber informasi yang saat ini banyak diamnfaatkan oleh masyarakat termasuk siswa adalah hadirnya jaringan internet yang menjadi refrensi utaman dalam mendapatkan infromasi terkini.

Hal ini menjadi tantangan untuk pelosok daerah yang belum memperoleh jaringan internet guna mendukung program Merdeka belajar.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni mengatakan bahwa memang dibeberapa pelosok Kutim terdapat Blank Spot Dimana daerah ini tidak mendapatkan jaringan internet, namun pemerintah telah menindak lanjuti hal itu.

“Untuk permasalahan internet ini sudah diusahakan sama pemerintah, di spot – spot itu kan program pemerintahan sudah berjalan dan mudahan ke depan nanti yang seperti itu sudah tidak ada lagi,” ungkap Joni Politisi PPP itu.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa saat ini sudah di proses pemerintah dan anggarannya sudah disetujua, sehingga dalam waktu dekat akan bisa diatasi.

“DPRD juga sudah menyetujui anggarannya, sehingga jaringan ke arah sana ada anggarannya, tiap tahun kita anggarkan terus itu namun memang tidak bisa sekaligus langsung ada beberapa tempat langsung bebas. Karena anggaran kita kan juga perlu atur bagaimana bagusnya sehingga bisanya cuma bertahap ya insya allah 2024 ini sudah berjalan mungkin 2025 sudah selesai,” ungkapnya pada awak media usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 di Halaman Kantor Bupati Kutim, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Kamis (2/5/2024)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA