Yan Ipui Soroti Keterlambatan Pelaksanaan Program Sarana dan Prasarana (Sapras) Di Sekolah

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Nov 2023 12:24 0 589 Redaksi

SANGATTA – Program Sarana dan Prasarana (Sapras) di beberapa sekolah yang belum terealisasi sepenuhnya membuat banyak pihak prihatin atas kelambatan pelaksanaan kegiatan tersebut terutama dalam hal penyerapan anggaran.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Yan Ipui mengatakan penggunaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Sistem Pengadaan Barang/Jasa (SPA) secara online seharusnya memperlancar proses Sapras. Namun, pelaksanaan program tersebut terasa lambat.

“Kalau dulu, pandangan kita LPSE dengan menggunakan sistem online ini dan SPA akan lancar tapi saya lihat sangat lambat,” ungkapnya saat disambangi para awak media usai mngikuti rapat paripurna di kantor DPRD Kutim beberapa waktu lalu.

Menurut informasi Sapras di sekolah-sekolah belum terealisasi meskipun kontraktor sudah siap. Bahkan pihaknya memberikan alasan bahwa jika ini terhambat karena harus melengkapi data administrasi yang belum lengkap.

“Mereka bilang ini antri, karena harus lengkap semua data-data administrasi,” Ucapnya.

Dalam kesempatan itu beliau mengatakan dari beberapa sumber bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan kembali melaksanakan proses manual untuk mempercepat penyerapan anggaran. Meski demikian, ia berencana untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dengan melakukan pengecekan di setiap dinas terkait.

“Kalau boleh untuk kelancaran penyerapan anggaran, karena kalau kita bertahan di situasi ini maka konsekuensinya pasti nanti anggaran kita tidak terserap,” Ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Yan Ipui

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA