Kutai Timur – Data stunting di Kecamatan Sangatta Selatan masih dalam tahap pendataan dan verifikasi karena basis data yang digunakan saat ini dinilai belum cukup jelas untuk menjadi dasar intervensi.
Data yang tersedia disebut menggunakan catatan berdasarkan kunjungan ke Posyandu, sementara perubahan angka dari bulan ke bulan menjadi perhatian karena belum menggambarkan kondisi yang konsisten.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah kecamatan meminta verifikasi kembali dengan melibatkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga data yang digunakan untuk menentukan intervensi dapat diperiksa lebih lanjut.
Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan proses penataan data masih dilakukan untuk memastikan informasi mengenai stunting dapat digunakan sebagai dasar penanganan, di Kantor Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (25/9/2026).
“Terkait dengan stunting saya masih dalam tahapan pendataan, data stunting yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan menggunakan data berdasarkan kunjungan ke Posyandu,” kata Dewi.
Menurut dia, persoalan yang perlu diperjelas adalah variabel yang digunakan dalam data tersebut karena perubahan angka setiap bulan dinilai perlu diverifikasi kembali sebelum digunakan sebagai dasar intervensi.
“Variabelnya enggak jelas, di bulan Juli naik, di bulan Agustus bisa turun, di bulan September naik, di bulan Oktober bisa turun seperti tanpa intervensi,” ujarnya.
Karena itu, Dewi meminta PLKB membantu melakukan verifikasi terhadap data yang telah masuk agar pemerintah kecamatan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di lapangan.
“Makanya saya minta ke teman-teman PLKB untuk kita verifikasi kembali data yang masuk,” tuturnya.
Verifikasi juga melibatkan mahasiswa KKN yang diminta membantu mengecek kembali data, sehingga informasi yang digunakan dapat dibandingkan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.
“Saya juga minta bantuan teman-teman KKN untuk mencoba verifikasi kembali, apakah ini sudah betul-betul bisa kita jadikan data untuk mengintervensi,” jelasnya.
Menurut Dewi, sasaran utama penanganan adalah masyarakat yang memang sudah terindikasi, sehingga ketepatan data menjadi bagian penting sebelum menentukan pendekatan yang akan digunakan.
“Target kita adalah yang memang sudah terindikasi, kalau datanya tidak valid, pendekatan yang kita gunakan juga jadi sia-sia,” tandasnya.
Dewi menegaskan penataan data masih menjadi pekerjaan yang sedang dilakukan pemerintah kecamatan, dengan verifikasi kembali diharapkan dapat menghasilkan basis informasi yang lebih dapat digunakan untuk menentukan intervensi stunting.
“Memang terkait dengan stunting kami masih dalam proses merapikan data dulu,” pungkasnya. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar