Wagub Kaltim Dorong ASN Tingkatkan Profesionalism

waktu baca 5 menit
Minggu, 23 Agu 2026 13:13 0 27 Redaksi

MoM. Jauhar Effendi saat menyampaikan tanggapannya pada Audiensi di Kantor Gubernur Kaltim pada Kamis, 20/8/2026 di depan Wagub Kaltim. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Pengurus Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Provinsi Kalimantan Timur (AP3K-KT), yang dikomandani Fadil Anwar, dari Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kaltim, didampingi Boby Gian Darmawan, selaku Sekretaris, dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Prov. Kaltim serta sejumlah pengurus Asosiasi lainnya, melakukan audensi dengan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di Kantor Gubernur Kaltim pada Kamis, 20/8/2026.
 
Dalam kegiatan ini turut mendampingi AP3K-KT, Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, selaku penasehat. Sedianya, Muhammad Faisal, Kepala Dinas Pariwisata Prov. Kaltim juga turut mendampingi, selaku penasehat.
 
Fadil menyampaikan, bahwa audensi ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi Pengurus AP3K-KT yang telah dilayangkan pada tanggal 4 Agustus 2026. Permohonan yang sama juga disampaikan kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

“Hanya yang merespon lebih awal Bapak Wakil Gubernur”, tambahnya.

“Tentu saja kami berharap Pengurus AP3K-KT juga bisa melakukan audensi dengan Gubernur Kaltim, Bapak Rudy Mas’ud, untuk menerima masukan dan arahan beliau, mengenai masa depan organisasi AP3K-KT”, pungkas Fadil.
 
Jauhar selaku penasehat Asosiasi menyampaikan kepada Wakil Gubernur Kaltim, bahwa awal perkenalannya dengan AP3K-KT adalah ketika menulis sebuah artikel di Surat Kabar Harian (SKH) Tribun Kaltim, tanggal 29 Maret 2026, dengan judul “Menatap Masa Depan ASN Status PPK: Imbas TKD Turun, Ancaman PHK pada 2027”.
 
Nampaknya tulisan tersebut cukup viral, dan menurut Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim memecahkan rekor jumlah pembaca terbanyak. Tulisan tersebut adalah bagian dari bentuk keprihatinan terhadap nasib P3K, di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, dengan mengambil sampel terutama di daerah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat, di mana kedua daerah tersebut belanja pegawainya sudah melewati ambang batas 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
 
Dalam tulisan tersebut, penulis sempat menawarkan batasan belanja pegawai, agar diperlonggar, terutama bagi daerah yang celah fiskalnya rendah dan masih sangat tergantung kepada kucuran dana dari Pemerintah Pusat.
 
Syukurlah setelah mendengarkan saran dari berbagai pihak, akhirnya Pemerintah Pusat, melalui Menteri Dalam Negeri dn Menteri Keuangan Republik Indonesia memberikan kelonggaran kepada daerah terkait dengan formula belanja pegawai, sehingga badai PHK (pemutusan hubungan kerja) bagi PPPK yang mungkin akan terjadi pada Tahun 2027 dapat dianulir atau ditangguhkan.
 
Setelah mendengarkn paparan singkat dari Ketua Asosiasi AP3K-KT, Fadil Anwar, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memberikan apresiasi terhadap terbentuknya wadah organisasi bagi para anggota PPPK Kalimantan Timur. Apalagi tujuannya sangat mulia, yaitu untuk mempererat solidaritas, meningkatkan profesionalisme serta mendukung pembangunan daerah melalui sinergi peningkatan kompetensi dan pengabdian bersama.
 
Asosiasi P3K-KT ini secara resmi dikukuhkan dan dilantik pada tanggal 1 Juni 2026, yaitu bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Pancasila, di Hotel Diamond, Samarinda.
 
Lebih lanjut Seno Aji memberikan dukungan kepada PPPK ambil bagian untuk terjun menambah penghasilan melalui pengembangan UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro), pada hari libur, sepanjang tidak mengganggu tugas pokoknya sebagai ASN.

“Karena tugas utama ASN termasuk di dalamnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja adalah memberikan pelayanan publik”. “ASN harus melayani. Bukan dilayani”, tegas Seno Aji.
 
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawian Daerah (BKD) Prov. Kaltim, Yuli Fitriyanti, yang mendapingi Wakil Gubernur Kalimantan Timur, mengatakan bahwa jumlah ASN Kaltim pada tahun 2025 sebanyak 20.900 orang. Terdiri atas jumlah PNS sebanyak 9.295 orang, dan PPPK sebanyak 11.605 orang. Dengan demikian, jumlah PPPK lebih besar dibandingkan dengan PNS. Selisihnya mencapai 2.310 orang.

“Artinya keberadaan PPPK sebagai bagian terbesar dari ASN tidak boleh dipandang sebelah mata”, ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Yuli Fitriyanti mengatakan, bahwa BKD lebih fokus pada pengembangan kompetensi PPPK, sehingga bisa memiliki kemampuan yang setara dengan PNS dalam bekerja dan memberikan pelayanan publik.

Selain itu, BKD juga menyambut baik adanya Wadah Asosiasi AP3K-KT, sehingga memudahkan untuk melakukan pembinaan terhadap para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja pada lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
 
Untuk membuktikan kiprah AP3K-KT, kemarin (22/8/26) melakukan kegiatan Pupuk Kaltim ASN e-Sport Turnamen 2026. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan berbagai pihak dan dukungan sponsor dari PT. Pupuk Kaltim, Bankaltimtara serta Komunitas PES (Pro Evolution Soccer).
 
Turnamen e-sport dibuka oleh Jauhar Efendi, selaku Penasehat AP3K-KT, di Samarinda Creative Hub (eks Bandara Temindung) Samarinda, pada Hari Sabtu (22/8), pk. 13.00 Wite.  Diikuti kurang lebih 40 orang peserta, dan ditutup oleh Muhammad Faisal,yang juga sebagai Penasehat AP3K pada malam harinya, sekaligus penyerahan hadiah kepada para juara.
 
Game Sepak Bola legendaris ini, sudah lama dirintis oleeh Perusahaan Jepang, bernama Konami. Game ini merupakan adaptasi dari pertandingan sepak bola dan menjadi salah satu game yang dikompetisikan secara eksibisi dalam gelaran Asian Game Tahun 2018. Tetapi sejak tahun 2021 game PES ini berubah menjadi e-sport.
 
Di Indonesia pada ajang Pekan Olahrga Nasional (PON) merupakan cabang perlombaan, tapi sifatnya pilihan atau eksibisi, sehingga keputusannya sangat tergantung Tuan Rumah, apakah cabang e-sport dipertandingkan atau tidak.
Untuk diketahui, bahwa Pupuk Kaltim ASN e-Sport Tournament 2026 dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi, hiburan, dan kompetisi positif bagi ASN melalui olahrraga digital.
 
Tujuan dilaksanakan turnamen ini adalah: (1) Mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarl-ASN; (2) Meningkatkan sportivitas, disiplin dan kerjasama; (3) Menyalurkan minat dan bakat ASN di bidang e-sport; (4) Membangun suasana kerja yang harmonis dan positif; (5) Mendukung semangat kolaborasi serta adaptasi ASN terhadap perkembangan teknologi digital. (MJE/Rad)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA