Samri Shaputra Dorong Pendidikan Politik di Kurikulum SMP-SMA

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 10:15 0 17 Redaksi

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra. (Rad/Noisenews.co)

Noisenews.co, Samarinda  – Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai demokrasi dinilai DPRD Kota Samarinda menjadi salah satu penyebab munculnya persepsi negatif terhadap dunia politik. Untuk mengatasi kondisi tersebut, DPRD mendorong agar pendidikan politik mulai dikenalkan sejak tingkat sekolah menengah.

Gagasan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, yang menilai masih banyak generasi muda menjauhi isu-isu politik akibat pemahaman yang kurang tepat. Menurutnya, anggapan bahwa politik identik dengan hal-hal negatif membuat anak muda enggan mempelajari proses pengambilan keputusan yang sebenarnya berpengaruh langsung terhadap kehidupan mereka.

Padahal, lanjutnya, hampir seluruh kebijakan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil dari proses politik, mulai dari sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga pelayanan publik yang diberikan pemerintah.

“Sering kali politik dianggap sesuatu yang buruk, padahal keputusan yang mengatur kehidupan masyarakat semuanya lahir dari proses itu,” ujarnya.

Samri menilai peningkatan literasi politik saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting. Di era digital yang dipenuhi arus informasi cepat, generasi muda dinilai rentan terpapar hoaks maupun informasi yang menyesatkan apabila tidak memiliki pemahaman dasar mengenai sistem pemerintahan dan hak-hak sebagai warga negara.

Ia berpendapat pendidikan politik tidak harus disampaikan melalui materi yang rumit dan kaku. Sebaliknya, pendekatan yang lebih sederhana dan terstruktur justru dinilai lebih efektif dalam menanamkan kesadaran politik sejak usia dini.

“Minimal anak-anak paham bagaimana sistem demokrasi berjalan dan bagaimana cara menyikapi informasi secara bijak,” katanya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, DPRD Samarinda mendorong Dinas Pendidikan agar materi mengenai demokrasi dan pendidikan politik dapat dimasukkan ke dalam proses pembelajaran di tingkat SMP hingga SMA. Materi tersebut diharapkan disajikan dengan metode yang sesuai dengan usia peserta didik sehingga lebih mudah dipahami dan tidak membebani siswa.

“Kalau sejak muda sudah memahami politik dengan benar, mereka akan lebih rasional dalam melihat persoalan publik,” tegasnya.

Menurut Samri, langkah tersebut penting sebagai upaya membangun budaya politik yang lebih sehat di tengah masyarakat. Dengan bekal pemahaman yang baik sejak dini, generasi muda diharapkan tidak bersikap apatis terhadap persoalan publik serta mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

DPRD Samarinda berharap penguatan literasi politik dapat melahirkan generasi yang lebih peduli terhadap berbagai persoalan bangsa serta mampu terlibat secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA