Pembangunan Pasar Baru Kutim Disesuaikan dengan Kebutuhan Wilayah

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Nov 2025 02:01 0 142 Redaksi

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa pembangunan pasar rakyat tidak boleh dilakukan secara serampangan ataupun tanpa kajian yang matang. Setiap rencana pembangunan diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat serta potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa pasar yang dibangun benar-benar memberi manfaat, tidak hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai ruang ekonomi yang hidup dan mendukung aktivitas masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa pembangunan pasar baru di kecamatan lain akan dibuat menyesuaikan dengan karakter wilayah dan embrio pasar yang sudah tumbuh sebelumnya. “Pembangunan pasar baru di kecamatan lain di Kutai akan disesuaikan dengan kebutuhan dan embrio pasar yang sudah ada di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Nora, pendekatan ini penting agar setiap pasar yang dibangun memiliki prospek ekonomi berkelanjutan. Pemerintah tidak ingin ada pasar yang terbengkalai, kosong, atau kurang diminati masyarakat karena tidak sesuai dengan pola perdagangan setempat. Melalui pertimbangan tersebut, setiap pembangunan pasar diharapkan dapat menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil hingga sektor informal yang bergantung pada aktivitas perdagangan harian.

Selain itu, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap investasi infrastruktur perdagangan mampu menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat rantai distribusi antarwilayah. Infrastruktur pasar yang dirancang tepat sasaran diyakini dapat meningkatkan mobilitas barang, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan.

Dengan pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan dan potensi wilayah, Kutai Timur berharap seluruh pasar rakyat dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang dinamis, inklusif, dan memberdayakan masyarakat di berbagai daerah. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA