Listrik 24 Jam Terangi Telen, Warga Nikmati Terobosan Energi Pedalaman

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Nov 2025 03:13 0 36 Redaksi

Kutai Timur – Cahaya kini tak lagi padam di malam hari bagi warga Kecamatan Telen. Daerah yang dahulu hanya menikmati listrik beberapa jam saja, kini telah terang benderang selama 24 jam penuh.

Perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan pembangunan energi perlahan menjangkau wilayah pedalaman Kutai Timur.

Penerangan yang stabil bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga simbol kemajuan. Dengan listrik yang mengalir penuh waktu, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik kini bisa berjalan lebih optimal. Namun, masih ada sedikit pekerjaan rumah di beberapa titik yang belum sepenuhnya teraliri.

Camat Telen Petrus Ivung menyampaikan bahwa dari delapan desa di wilayahnya, seluruhnya sudah teraliri listrik. Hanya sebagian kecil wilayah yang masih membutuhkan penambahan tiang dan jaringan, khususnya di daerah yang letaknya lebih jauh dari pusat permukiman.

“Dari delapan desa sudah teraliri listrik, hanya beberapa titik yang masih perlu penambahan tiang,” ungkap Petrus.

Ia menjelaskan, daerah Juk Ayak menjadi salah satu lokasi yang masih memerlukan perhatian. Jarak antara Desa Juk Ayak dan titik akhir jaringan listrik mencapai sekitar 10 kilometer, dengan jumlah penduduk yang masih cukup banyak di kawasan tersebut.

“Dari Desa Juk Ayak ke titik terakhir sekitar 10 kilometer, warga masih banyak di sana,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa saat ini listrik di Kecamatan Telen sudah beroperasi penuh selama 24 jam. Hal ini memberikan dampak besar terhadap kehidupan warga, terutama dalam mendorong kegiatan ekonomi dan layanan publik.

“Sekarang listriknya sudah 24 jam,” tegasnya.

Dengan keberhasilan ini, Kecamatan Telen menunjukkan bahwa upaya pemerataan infrastruktur energi terus berjalan.

Pemerintah berharap seluruh titik yang belum terjangkau dapat segera menikmati aliran listrik yang sama, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok Kutai Timur. (SH/ADV).

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA