Satpol PP Kutim Siap Tertibkan Pelajar Berkeliaran Mulai 2026

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Nov 2025 02:40 0 41 Redaksi

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan mulai menindak pelajar yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam belajar pada tahun 2026. Kebijakan ini diberlakukan karena masih sering ditemukannya siswa yang berada di area publik pada waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar.

Program penertiban ini akan difokuskan pada sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi favorit para pelajar untuk berkumpul, terutama di kawasan Bukit Pelangi dan area sekitarnya. Kepala Satpol PP Kutim, Fatah Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya kerap mendapati siswa berseragam berada di luar sekolah di jam pelajaran. Meski begitu, ia tetap berusaha melihat situasi secara objektif karena beberapa sekolah memang memiliki kebijakan memulangkan siswa lebih awal pada hari tertentu.

“Cuma kami masih berpikiran positif, karena saya juga punya anak yang sekolah, dan kadang pada hari-hari tertentu anak-anak memang dipulangkan lebih cepat,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Satpol PP telah menyiapkan pendekatan preventif yang akan dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah. Salah satu pola sosialisasi yang disiapkan adalah penyampaian materi pembinaan pada saat apel pagi, sehingga tidak mengganggu jam belajar para siswa.

“Tapi ke depan kami akan sosialisasi, mungkin bisa jadi kegiatan kami itu pada saat mereka apel pagi. Jadi kami tidak menyita waktu sekolah mereka,” terang Fatah.

Upaya ini dilakukan melalui koordinasi secara intensif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim. Fatah menegaskan bahwa program tersebut akan dijalankan dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan pemerintah daerah.

Tujuan utama program bukan untuk memberikan hukuman, melainkan memperkuat pembinaan, pencegahan, dan kedisiplinan agar pelajar tetap berada dalam pengawasan sekolah selama jam belajar. “Kita koordinasi juga dengan sekolah untuk sosialisasi. Fokusnya pada pembinaan,” pungkas Fatah.

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA