Disperindag Kutim Gunakan Sistem Canggih Pantau Harga Pangan

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Nov 2025 02:40 0 23 Redaksi

Kutai Timur – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur memperkuat pengawasan harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memantau harga bahan pokok secara cepat dan akurat di pasar tradisional.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan SP2KP memantau tiga pasar tradisional utama sebagai rujukan harga bahan pokok, yakni Pasar Induk Sangatta, Pasar Landasan Muara Wahau, dan Pasar Sangkulirang.

Data ini diperbarui setiap hari agar harga pasar dapat diketahui masyarakat secara transparan.

“SP2KP sangat penting karena pemerintah pusat juga memantau langsung kondisi harga di daerah. Data harus valid dan diperbarui secara konsisten,” ujar Nora.

Menurutnya, harga dan stok lebih dari 50 komoditas pokok, termasuk beras, cabai, telur, minyak goreng, daging ayam, dan daging sapi, tercatat di SP2KP.

Ia mengatakan setiap perubahan harga, baik naik maupun turun, langsung terpantau sehingga pemerintah bisa mengambil langkah antisipasi cepat.

Nora menegaskan petugas pasar secara rutin melakukan pembaruan data.

“Setiap hari kami update harga dan stok pangan supaya masyarakat bisa mengambil keputusan belanja dengan tepat,” ujarnya.

Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya Kutim menekan fluktuasi harga dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Data SP2KP juga menjadi dasar bagi Disperindag untuk melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Selain pengawasan, Disperindag mengedepankan inovasi layanan publik. Mereka bekerja sama dengan Diskominfo Staper Kutim untuk menampilkan harga pangan melalui videotron di Pasar Induk Sangatta.

“Videotron akan menampilkan harga harian dan ketersediaan stok. Masyarakat bisa membandingkan harga dan merencanakan belanja,” jelas Nora.

Langkah ini diharapkan memperkuat transparansi dan pengendalian inflasi, sehingga masyarakat Kutim tidak terbebani fluktuasi harga pangan yang tajam.ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA