Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Ist)
Noisenews.co, Samarinda – Bencana banjir yang menimpa daerah Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi sorotan anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya Salehuddin. Ia menegaskan pentingnya mitigasi bencana banjir yang terintegrasi dan sinkron antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Hal ini disampaikan dalam tanggapannya terkait tantangan infrastruktur dan penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Kukar, terutama di daerah Hulu.
Menurut Salehuddin, dengan kondisi geografis Kukar yang terdiri dari 20 kecamatan dengan karakteristik topografi beragam, termasuk banyak rawa-rawa, mitigasi banjir menjadi prioritas utama yang harus disiapkan secara matang dan terencana.
“Mitigasi bencana harus benar-benar disinkronkan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Perlu ada pembagian tugas yang jelas, apa yang dilakukan oleh Kabupaten, apa yang menjadi tanggung jawab Provinsi. Ini penting supaya ketika banjir datang, antisipasinya sudah terencana dengan baik,” ujar Salehuddin.
Selain itu ia mengungkapkan bahwa banjir di sejumlah daerah, seperti Juna Hulu, merupakan masalah berulang yang terjadi dalam frekuensi dua sampai tiga tahun sekali. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan penanggulangannya harus dilakukan secara terstruktur.
“Misalnya, kita harus sudah memiliki rencana teknis terkait penanganan saluran drainase yang baik, langkah-langkah apabila jalan putus, hingga koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk memastikan jalur evakuasi dan mobilitas masyarakat tetap lancar terutama saat situasi darurat seperti bulan Ramadan,” imbuhnya.
Salehuddin juga menegaskan bahwa selain kesiapan fisik, pemetaan risiko dan sistem peringatan dini harus dioptimalkan.
“Ketika curah hujan tinggi dan elevasi sungai meningkat, kita harus sudah tahu langkah apa yang harus diambil. Mitigasi ini harus sistematis dan bisa cepat dijalankan agar dampak banjir bisa diminimalisir,” pungkasnya. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar