Pansus II DPRD Samarinda Targetkan Raperda Pariwisata Rampung Tahun Ini

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Jun 2025 14:41 0 54 Redaksi

Ketua Pansus II DPRD Samarinda, Viktor Yuan. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan mulai tampak jelas. DPRD Kota Samarinda membuat langkah konkret dengan mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Melalui Panitia Khusus (Pansus) II, DPRD Kota Samarinda tengah merampungkan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan dan Pengelolaan Pariwisata.

Ketua Pansus II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menyampaikan bahwa penyusunan Raperda tersebut telah mencapai sekitar 80 persen. Meski sempat tertunda akibat banyaknya hari libur nasional dan cuti bersama dalam beberapa bulan terakhir, proses pembahasan tetap berjalan secara bertahap.

“Progresnya sudah sekitar 80 persen. Sebenarnya kita tinggal menyempurnakan beberapa pasal dan memperdalam substansi yang berkaitan langsung dengan pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Viktor menjelaskan, mengenai penyusunan Raperda ini melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, pelaku usaha wisata, hingga tokoh adat. Seluruh masukan yang dihimpun akan menjadi bahan dalam menyusun regulasi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan lapangan.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk diskusi informal agar aspirasi tidak hanya berhenti di forum resmi. Langkah ini dianggap penting untuk mempercepat penyusunan sambil tetap menjaga kualitas peraturan yang akan dihasilkan.

“Kita tidak hanya terpaku pada rapat resmi. Kalau perlu, kita adakan diskusi di luar jadwal agar pembahasan tetap produktif,” ungkapnya.

Raperda ini sebelumnya ditargetkan selesai pada 18 Juni 2025. Namun, DPRD mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan waktu jika dibutuhkan, agar seluruh aspek penting dapat dimasukkan dengan matang. Regulasi ini tidak hanya akan mengatur soal destinasi, tetapi juga menekankan aspek pelestarian budaya, kemudahan investasi, serta penyediaan infrastruktur pendukung seperti transportasi.

“Ini bukan cuma soal wisata. Ini soal arah pembangunan Samarinda ke depan. Kita ingin Samarinda dikenal bukan karena tambang, tapi karena pariwisatanya,” tegasnya. (Rad/ADV/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA