Anggota DPRD Kaltim, H. Baba. (Rad/Noisenews.co)
Noisenews.co, Samarinda – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kaltim Tahun Ajaran 2025, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Baba menyoroti keterbatasan daya tampung SMA/SMK di Kota Balikpapan.
Hal ini disampaikan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Selasa (10/6/2025). Menurut data dari Disdikbud Kaltim, daya tampung SMA di Kota Balikpapan sebesar 3.382 dengan jumlah timbel 89. Dari data ini, menandakan daya tampung sekolah tidak mengakomodir seratus persen.
“Hanya 51 persen terakomodir di Balikpapan. Maka 49 persennya di swasta. Keterbatasan rombel iya, keterbatasan sekolah iya,”ujar H Baba.
Baba juga menemukan bahwa masih banyak orang tua calon murid yang masih memilih sekolah yang dianggap unggulan. Sehingga ada potensi tidak meratanya jumlah siswa di tiap sekolah.
“Prinsipnya kalau kita membagi ke seluruh lulusan SMP, itu semua tertampung. Tapi kadang-kadang, anak anak kita maunya ke sekolah tertentu. Ini menjadi masalah kita,”ujarnya.
H Baba menyatakan, Komisi IV bersama Disdikbud Kaltim berkolaborasi untuk lebih memperkuat kualitas SDM sekolah untuk menyukseskan pemerataan penerimaan murid baru. Salah satunya, memastikan SPMB menggunakan seluruh jalur.
“Semua jalur kita pergunakan. Reguler, domisili, afirmasi, mutasi, prestasi. Kita pastikan semua itu sesuai dengan alur yang telah ditentukan. Namun domisili kemungkinan akan berkembang lebih dari 30 persen. Karena kita spare-kan 5 persen, terkecuali untuk di domisili. Karena di domisili sering berkembang,”paparnya.
Solusi jangka panjangnya sendiri, H Baba berkomitmen mengawal dalam proyek penambahan gedung sekolah di Kota Balikpapan. Salah satunya proyek pengembangan SMK 5 Balikpapan.
“Kita ada 16 hektare di lokasi SMK 5, itu akan dikembangkan penambahan rombel atau pembangunan sekolah baru,”tutupnya.(Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar