Kaltim Dorong Lahirnya Dokter Spesialis Lewat Program Beasiswa Ikatan Dinas

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Jun 2025 14:36 0 199 Redaksi

Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud saat menyampaikan komitmen Pemprov dalam mencetak dokter spesialis daerah melalui skema beasiswa Gratispol. (Dok. Humas Pemprov Kaltim)

Noisenews.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat langkah-langkah strategis di sektor kesehatan dengan merancang program khusus untuk mencetak tenaga medis spesialis yang siap mengabdi di daerah. Melalui rencana baru yang sedang digodok, Pemprov menyiapkan skema beasiswa ikatan dinas guna membiayai pendidikan dokter spesialis, sekaligus menjawab krisis tenaga ahli di rumah sakit wilayahnya.

Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud, yang didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, menyebut bahwa kelangkaan dokter spesialis menjadi hambatan besar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit harus sejalan dengan penyediaan sumber daya manusia yang mumpuni. 

“Pendidikan dokter spesialis tidak bisa dianggap enteng. Butuh komitmen jangka panjang dan dukungan kebijakan yang jelas,” ungkapnya Baru-baru saja. 

Skema beasiswa ini akan menjadi bagian dari program prioritas yang disebut Gratispol, sebuah konsep pendidikan dan layanan publik gratis yang sedang dirancang oleh Pemprov. Dalam skema tersebut, mahasiswa kedokteran yang terpilih akan dibiayai penuh-termasuk biaya hidup, selama menempuh pendidikan spesialisasi di universitas-universitas ternama di Indonesia. Sebagai gantinya, mereka diwajibkan untuk kembali mengabdi di rumah sakit yang ada di Kaltim selama sedikitnya satu dekade.

Anggota Tim Transisi Pemprov Kaltim, Bohari Yusuf, mengungkapkan bahwa program ini masih dalam tahap perumusan teknis. Salah satu fokusnya adalah menentukan sistem seleksi, bentuk kontrak, serta mekanisme pengawasan terhadap penerima beasiswa.

 “Kita sedang menyusun dasar hukumnya, termasuk regulasi teknis soal pembayaran biaya kuliah dan insentif hidup,” kata Bohari.

Ia juga menambahkan bahwa selain merekrut calon mahasiswa, Pemprov kemungkinan besar akan merekrut peserta dari mahasiswa yang saat ini sudah lebih dulu menempuh pendidikan spesialis namun membutuhkan dukungan finansial. Hal ini diharapkan bisa mempercepat proses pemenuhan kebutuhan dokter ahli di berbagai rumah sakit, terutama di daerah yang selama ini belum memiliki spesialis tetap.

Kondisi kekurangan dokter spesialis di Kalimantan Timur memang cukup merata. Beberapa rumah sakit kabupaten masih mengandalkan sistem rujukan karena keterbatasan dokter dengan keahlian tertentu. Dalam jangka panjang, Pemprov berupaya meminimalkan ketimpangan tersebut dengan memperkuat peran rumah sakit daerah melalui pengiriman SDM hasil program beasiswa ini.

Sejalan dengan upaya peningkatan layanan kesehatan, Pemprov Kaltim juga berencana membangun rumah sakit baru di wilayah Kutai Barat. Rumah sakit ini akan berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan rujukan untuk masyarakat di kawasan terpencil, termasuk Mahakam Ulu, yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan medis.

Sementara itu, Gratispol juga mencakup sektor pendidikan dasar. Mulai tahun ajaran 2025/2026, seluruh siswa baru di Kaltim akan mendapatkan fasilitas belajar secara gratis, termasuk perlengkapan seperti seragam, tas, dan sepatu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov dalam menciptakan keadilan sosial melalui akses layanan pendidikan dan kesehatan yang setara di seluruh penjuru Kaltim.(Cep/ADV/DISKOMINFOKALTIM). (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA