Dispora Kaltim Lakukan Inovasi Pengembangan Olahraga Bela Diri

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Mei 2025 08:54 0 168 Redaksi

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mengembangkan pendekatan inovatif dengan menjadikan olahraga bela diri sebagai medium pembentukan nilai, jati diri, dan pelestarian budaya, khususnya di kalangan pelajar.

Dispora Kaltim melihat bela diri sebagai ruang pendidikan nonformal yang sarat nilai kehidupan. Disiplin, sportivitas, ketekunan, hingga rasa saling menghormati menjadi bagian penting dalam proses pembinaan yang ditanamkan sejak usia sekolah.

“Setiap pertandingan bukan hanya ajang untuk menang. Itu juga kelas karakter, tempat belajar nilai-nilai kehidupan yang tidak diajarkan di papan tulis,” ujar Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta.

Menurut Bagus, pencak silat dan karate tidak hanya ditargetkan untuk mencetak prestasi, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan menjunjung budaya. Ia menekankan bahwa pencak silat, sebagai seni bela diri warisan bangsa, memiliki peran penting dalam membentuk identitas generasi muda yang kuat secara moral dan budaya. 

“Kami ingin anak-anak Kaltim tumbuh bukan hanya dengan fisik yang kuat, tapi juga dengan nilai-nilai luhur yang mereka hayati dalam keseharian,” tegasnya.

Dispora Kaltim pun menyusun pola pembinaan secara berjenjang dan sistematis, dimulai dari lingkungan sekolah hingga menuju level kompetisi daerah dan nasional. Setiap kejuaraan dijadikan wadah pertemuan antar pelajar dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal, bertanding, dan belajar menjunjung sportivitas.

Dispora Kaltim juga menjaga akar budaya lokal melalui pelestarian olahraga tradisional seperti gasing, menyumpit, dan engrang. Langkah ini tidak hanya memperkaya ragam kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi upaya strategis mempertahankan jati diri daerah di tengah arus globalisasi.

“Olahraga adalah alat transformasi sosial. Lewat bela diri dan olahraga tradisional, kami ingin menanamkan semangat untuk membangun karakter dan mencintai budaya sendiri,” terang Bagus.

Dispora Kaltim terus mendorong agar olahraga tidak semata dipandang sebagai ruang kompetisi, tetapi juga sebagai jalan membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap berkontribusi untuk Kaltim. (Rad/ADV/Dispora Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA