Singapore Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP), program prestisius hasil kerja sama bilateral Indonesia–Singapura di bidang kepemudaan. (Ist)
Noisenews.co, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan peran aktif dalam membuka akses kepemimpinan internasional bagi anak muda daerah.
Salah satunya, melalui penjaringan calon delegasi untuk Singapore Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP), program prestisius hasil kerja sama bilateral Indonesia–Singapura di bidang kepemudaan.
Dispora Kaltim menetapkan lima kandidat muda potensial, yakni Andyni Jasmine Cantika Dewi, Kayla Dinda Utomo, Marla Pisganidiy, Rana Inastri, dan Syifa Nur Aini — yang semuanya berasal dari Samarinda dan Kutai Kartanegara.
Rusmulyadi, Subkoordinator Bidang Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan (K3) Dispora Kaltim, kelima pemuda tersebut berhasil lolos melalui serangkaian penilaian berbasis kompetensi, kepemimpinan, dan komitmen terhadap isu-isu sosial.
“Proses seleksi tidak hanya melihat dari kecakapan intelektual, tetapi juga dari kemampuan komunikasi, integritas, dan bagaimana mereka memosisikan diri sebagai representasi daerah dalam forum internasional,” ungkap Rusmulyadi pada Rabu (21/5/2025).
Namun, keputusan akhir bukan berada di tangan Dispora Kaltim. Setelah proses seleksi daerah, seluruh nama kandidat akan dikirim ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang memiliki kewenangan mutlak untuk menentukan satu nama sebagai delegasi resmi Indonesia sekaligus perwakilan Kalimantan Timur di SIYLEP 2025.
“Peran kami adalah menjaring dan merekomendasikan. Keputusan akhir berada di Kemenpora,” tegasnya.
Diketahui Tahun ini Kaltim hanya memperoleh satu kuota dari total 15 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah. SIYLEP sendiri dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas pemimpin muda, dengan rangkaian agenda meliputi pelatihan kepemimpinan, diskusi kebijakan publik, dan kegiatan lintas budaya di Singapura.
Program ini dinilai sebagai bentuk soft diplomacy yang melibatkan pemuda sebagai agen representatif. Bagi peserta terpilih, ini bukan sekadar perjalanan, tetapi tanggung jawab membawa nama Indonesia dalam percakapan antarbangsa.
“Yang kami cari adalah pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi mampu menyampaikan narasi positif tentang Kaltim dan Indonesia. Di forum seperti ini, mereka bukan hanya peserta, tapi menjadi wajah bangsa,” tutup Rusmulyadi. (Rad/ADV/Dispora Kaltim)

Tidak ada komentar